Hanura Marah JK Diganggu

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 17 Mei 2017, 19:06 WIB
Hanura Marah JK Diganggu
Jusuf Kalla/Net
rmol news logo Berbagai kalangan menyesalkan penghinaan para pendukung Basuki Tjahaja Purnama terhadap Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Politisi Partai Hanura asal Sulawesi Selatan, Mukhtar Tompo marah dengan pernyataan tersebut. Menurutnya, sikap itu merupakan upaya adu domba agar Wapres JK dan Presiden Joko Widodo terbelah.

"Kalau Ahok sudah kalah, ya Sudahlah. Jangan ada yang memperkeruh Suasana," ujarnya kepada wartawan, Rabu (7/5).

Belum lama ini, politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu juga mengeluarkan pernyataan yang bernada menyerang Wapres JK. Adian selaku Sekjen Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (PENA 98) mensinyalir, ada sejumlah elite dan menteri yang berpotensi mengkhianati presiden. Bahkan, ia menyebut Wakil Presiden Jusuf Kalla juga mau mencoba-coba mengkhianati Jokowi.

Mukhtar Tompo menilai itu sebagai klaim belaka. Karenanya, dia mengingatkan tidak boleh ada orang ataupun pihak-pihak yang mengklaim diri sebagai pahlawan atas Jokowi.

"Karena saya juga tim inti pemenangan Jokowi-JK. Kami yang merancang dl 2 figur ini bersatu, saya di RKIH (Rumah koalisi Indonesia Hebat) sekarang menjadi Rumah Kreasi Indonesia Hebat, kami merancang pilpres dan memenangkan pertarungan ini bersama Bang Yuddy Chrisnandi dan Bang Khris Budiharjo. Bang Khris Budiharjo ini adalah Ketum RKIH Nasional," urainya.

Anak buah Oesman Sapta Odang (OSO) ini nampaknya menilai pernyataan-pernyataan semacam itu sebagai bentuk perpecahan tim Jokowi-JK. Karenanya, dia mengaku muak dengan segala bentuk perpecahan.

"Saya muak dengan perpecahan. Kami di Hanura sejak dulu berkomitmen mengusung Jokowi-JK dan juga mengamankan pemerintahan. jika ada pihak yang menyerang atau mengusik Pak JK, maka itu adalah kelompok separatis, saya marah jika jika Pak JK di ganggu, karena mengganggu Pak JK sama saja mengganggu pemerintahan," jelasnya.

"Hati-hati, ada aksi, akan ada reaksi. Indonesia Negara Hukum, Jika ada yang tak patuh dan berusaha untuk membuat perpecahan, silahkan tinggalkan Indonesia." [sam]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA