Menurut Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono, Indonesia akan mengalami kerugian besar kalau aktivitas TKA dan WNA ilegal semakin banyak dan tidak bisa terdeteksi oleh negara.
"Kerugian tersebut diantaranya hilangnya kesempatan masyarakat Indonesia dalam memasuki lapangan kerja di berbagai sektor, baik informal maupun formal," kata Arief, Kamis (22/12).
Kerugian lainnya, menurunnya pendapatan para pemilik usaha di sektor niaga karena bersaing dengan WNA ilegal yang melakukan aktivitas perniagaan di pasar-pasar dan pertokoan.
Adapun kerugian yang dialami negara dari sisi ekonomi adalah tidak adanya penerimaan negara berupa pajak. "Sebab mereka saja masuk secara ilegal dan mana mungkin akan bayar pajak sebagai TKA dan WNA yang melakukan aktivitas niaga secara ilegal," tambah Arief.
Kerugian lain adalah ancaman epidemik bibit penyakit akibat tidak terkontrolnya WNA dan TKA masuk Indonesia. Pasalnya, mereka masuk ke Indonesia tanpa melalui kontrol karantina.
Arief menambahkan, melihat kondisi tersebut, pemerintah telah melakukan sebuah pembiaran.
"Dan ini pasti ada mafia besar yang diuntungkan dengan memasukan TKA dan WNA ilegal. Solusinya, pecat Menteri Tenaga Kerja dan Kepala Imigrasi," tukasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: