Demikian disampaikan Direktur Institut Ekonomi Politik Soekarno Hatta (IEPSH), M. Hatta Taliwang kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (29/3).
Hatta mengungkapkan, bagaimana caranya bangsa dan rakyat Indonesia bertahan dari serangan lewat UU dan kebijakan neoliberal yang outputnya tanah rakyat dan negara beralih besar-besaran ke pemilik modal. Dimana sekelompok pemodal bisa mengakumulasi sampai jutaan hektar, sehingga ketimpangan dan keadilan sosial makin menjauh.
"Celakanya yang mendapat manfaat luar biasa dari UU dan kebijakan itu adalah minoritas keturunan asing. Padahal tujuan kemerdekaan itu oleh pendiri bangsa dimaksudkan untuk mengangkat harkat martabat dan kesejahteraan kaum bumi putra. Mengapa banyak elit menutup mata atas realitas ini," ujar Hatta.
Menurutnya, dengan jebakan utang para kapitalis global yang rentenir dunia, bangsa dan rakyat Indonesia diperas sumber daya alam dan sumber daya ekonominya. Sehingga bangsa dan rakyat Indonesia mayoritas tidak mendapat manfaat apa-apa dari kekayaan SDA-nya. Bahkan SDE-nya seperti sektor perbankan dan pasar dalam negeri bukan dinikmati oleh mayoritas rakyat, tapi hanya untuk asing, aseng dan asong.
"Semua itu telah menggerus kekuatan kita sebagai bangsa dan menjatuhkan kita dari cita-cita pendiri bangsa. Rakyat Indonesia mayoritas hanya jadi jongos di negerinya yang katanya
gemah ripah loh jinawi," kata Hatta.
"Maka, jangan sampai militer kiita menjaga dan mengawal NKRI yang sudah jadi pepesan kosong," tukas Hatta menambahkan.
[rus]
BERITA TERKAIT: