Jangan Sampai TNI Mengawal Pepesan Kosong

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 29 Maret 2016, 10:18 WIB
Jangan Sampai TNI Mengawal Pepesan Kosong
Hatta Taliwang/net
rmol news logo . Pertahanan nonmiliter tidak kalah penting dengan dengan pertahanan militer. Pertahanan nonmiliter penting karena perang sekarang adalah asymmetric, ada lagi proxy war.

Demikian disampaikan Direktur Institut Ekonomi Politik Soekarno Hatta (IEPSH), M. Hatta Taliwang kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (29/3).

Hatta mengungkapkan, bagaimana caranya bangsa dan rakyat Indonesia bertahan dari serangan lewat UU dan kebijakan neoliberal yang outputnya tanah rakyat dan negara beralih besar-besaran ke pemilik modal. Dimana sekelompok pemodal bisa mengakumulasi sampai jutaan hektar, sehingga ketimpangan dan keadilan sosial makin menjauh.

"Celakanya yang mendapat manfaat luar biasa dari UU dan kebijakan itu adalah minoritas keturunan asing. Padahal tujuan kemerdekaan itu oleh pendiri bangsa dimaksudkan untuk mengangkat harkat martabat dan kesejahteraan kaum bumi putra. Mengapa banyak elit menutup mata atas realitas ini," ujar Hatta.

Menurutnya, dengan jebakan utang para kapitalis global yang rentenir dunia, bangsa dan rakyat Indonesia diperas sumber daya alam dan sumber daya ekonominya. Sehingga bangsa dan rakyat Indonesia mayoritas tidak mendapat manfaat apa-apa dari kekayaan SDA-nya. Bahkan SDE-nya seperti sektor perbankan dan pasar dalam negeri bukan dinikmati oleh mayoritas rakyat, tapi hanya untuk asing, aseng dan asong.

"Semua itu telah menggerus kekuatan kita sebagai bangsa dan menjatuhkan kita dari cita-cita pendiri bangsa. Rakyat Indonesia mayoritas hanya jadi jongos di negerinya yang katanya gemah ripah loh jinawi," kata Hatta.

"Maka, jangan sampai militer kiita menjaga dan mengawal NKRI yang sudah jadi pepesan kosong," tukas Hatta menambahkan. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA