Kesiapan pemerintah dalam mengirim pasukan itu ditegaskan Wakil Menteri Pertahanan Marsekal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan.
Menurutnya, Mabes TNI dan Panglima TNI telah menyiapkan prajurit untuk diberangkatkan sewaktu-waktu.
"Intinya kita sudah siapkan. Mabes TNI, Panglima TNI sudah siapkan prajurit kita untuk sewaktu-waktu diberangkatkan. Hanya kita tinggal menunggu perintah koordinasi kapan kita untuk berangkat. Intinya kita sudah siap." kata Donny di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.
Penugasan tersebut diarahkan sebagai pasukan penjaga perdamaian atau peacekeeping forces.
Diketahui, jumlah pasukan yang disiapkan berada di kisaran enam ratusan personel. Namun, apabila kebutuhan melebihi angka tersebut, TNI menyatakan siap mengerahkan lebih banyak pasukan.
"Pada prinsipnya TNI siap, berapapun yang dibutuhkan," pungkas Donny.
Sementara Ketua Komisi I DPR Utut Adianto menyebut pembahasan pengiriman pasukan telah dilakukan secara intensif dan melibatkan Presiden.
Utut mengatakan konsep misi Gaza sudah dibahas secara menyeluruh, mulai dari aspek filosofis dan geopolitik hingga taktis.
"Yang jelas kita kirim pasukan yang terbaik, yang sigap untuk segala cuaca, sigap untuk segala situasi. Tentu kita berdoa ini lebih seperti peacekeeping forces, penjaga perdamaian dan membantu percepatan perbaikan Gaza." ucapnya.
BERITA TERKAIT: