Misalnya dalam membantu proses belajar mengajar di sekolah, berkolaborasi dengan kelompok tani (Poktan), melaksanakan patroli keamanan guna mencegah tindak kriminalitas seperti begal, serta mendorong pertumbuhan UMKM melalui konsumsi kebutuhan prajurit dan keluarganya.
Pesan itu disampaikan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat melaksanakan kunjungan kerja ke Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 845/Ksatria Satam di Simpang Tiga, Simpang Renggiang, Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung pada Selasa, 17 Maret 2026.
“Masyarakat harus benar-benar merasakan kehadiran TNI, baik dari aspek keamanan, ekonomi, maupun sosial budaya,” tegas Menhan.
Di sisi lain, kunjungan Menhan tersebut bertujuan untuk memberikan pengarahan langsung kepada prajurit serta meninjau kesiapan satuan dalam mendukung tugas pertahanan sekaligus pemberdayaan wilayah.
Menhan pun mengapresiasi peran Yonif TP 845/Ksatria Satam yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Di hadapan para prajurit, Menhan juga menegaskan bahwa jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara profesional, dan tentara nasional harus terus dipedomani dalam setiap bertugas.
“Kalian harus bersyukur dan berterima kasih kepada rakyat atas kepercayaan yang diberikan. Jawablah kepercayaan itu dengan dedikasi, profesionalisme, serta kemampuan menjamin keselamatan dan keamanan masyarakat Indonesia,” pungkas Menhan.
BERITA TERKAIT: