Pasalnya, jika intervensi di kedua partai itu dimenangkan kubu pendukung pemerintah maka yang diuntungkan bukanlah Jokowi, melainkan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
"Kalau ternyata kubu Agung Laksono (Golkar) dan Romy (PPP) ke Jusuf Kalla, apa enggak 'sakit gigi' Jokowi? Celaka 12 itu," kata pakar hukum tata negara, Margarito Kamis, dalam diskusi di pressroom DPR, gedung DPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 24/2).
Selama ini, Jusuf Kalla alias JK yang merupakan mantan ketua umum Golkar, memang disebut-sebut sebagai sponsor utama pergerakan Agung Laksono di Golkar. Selain itu, JK juga ditengarai menjadi sumber pembiayaan kebutuhan Muktamar PPP kubu Romy.
Tidak dibantah Margarito bahwa bentuk intervensi pemerintah saat ini tidak seperti zaman Orde Baru. Intervensi saat ini dilakukan dalam bentuk penggelontoran uang dan janji-janji pembagian kekuasaan.
"Dibanding Orde Baru, intervensi sekarang itu polanya lebih manis, senyum-senyum tapi tiba-tiba dipecah juga. Kalau dulu 'digergaji'. Tapi sama saja substansinya," tandas Margarito.
[ald]
BERITA TERKAIT: