Gerindra: Pemerintah Tak Cermat Perhitungkan Harga BBM

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Rabu, 07 Januari 2015, 14:50 WIB
Gerindra: Pemerintah Tak Cermat Perhitungkan Harga BBM
ahmad muzani/net
rmol news logo Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dari Rp 8.500 menjadi Rp 7.600 dinilai tidak sesuai dengan penurunan harga minyak dunia. Selain itu, penurunan tersebut tidak berefek pada harga kebutuhan pokok yang terlanjur naik.

"Turunnya tidak seimbang. Angkanya tidak signifikan dengan harga penurunan BBM . Pemerintah ketika menurunkan tidak cermat bahwa tren minyak dunia sedang turun jauh," ujar Sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Rabu, 7/1).

Namun begitu Muzani tidak merinci detail bagaimana ketidaktelitian pemerintah itu. Pemerintah, kata dia, tidak cermat memperhitungkan kenaikan harga BBM dan ada hitungan yang tidak benar. Akhirnya, menaikkan harga premium Rp 2.000 kemudian menurunkan Rp 900 tidak berimbas pada penurunan secara signifikan harga barang yang sudah terlanjur naik.

"Pemerintah ketika menaikkan tidak memperhitungkan secara cermat. Tidak pernah dihitung dengan benar dan semua harga sudah kadung naik tidak mungkin turun lagi," tandasnya.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA