General Manager Garuda Jeddah, Nano Setiawan, menegaskan keberhasilan operasional penerbangan haji tidak hanya ditentukan oleh maskapai, tetapi juga oleh kedisiplinan seluruh pihak, terutama Jamaah saat proses pemulangan ke Tanah Air.
"Kami sangat siap untuk melayani Jamaah dengan menyiapkan sumber daya yang terbaik untuk memberikan pelayanan kepada jamaah haji Indonesia," kata Nano lewat keterangan resminya, Rabu, 22 April 2026.
Selain keberangkatan, Nano juga mengingatkan Jamaah saat akan pulang nantinya. Khususnya terkait barang bawaan yang akan dibawa ke Tanah Air.
“Ketepatan penerbangan itu tergantung kita semua. Terutama saat pemulangan, barang bawaan menjadi faktor krusial,” ujarnya.
Menurut Nano, salah satu tantangan yang kerap muncul adalah banyaknya barang bawaan Jamaah yang tidak sesuai ketentuan, khususnya air zamzam yang dibawa secara tidak prosedural.
Dia mencontohkan, masih ditemukan Jamaah yang mencoba menyiasati pemeriksaan dengan membungkus botol zamzam menggunakan lakban agar lolos dari X-ray.
“Zamzam itu tetap terdeteksi di X-ray. Kadang dikira dengan disolasi tidak ketahuan. Kalau dalam satu kloter ada 1 botol dan di temukan di 200 koper, ada 200 botol air zamzam, itu sangat merepotkan dan bisa mengganggu jadwal penerbangan,” jelasnya.
Dia juga menyoroti perlunya pendekatan komunikasi yang tepat kepada Jamaah, agar memahami aturan penerbangan internasional. Karena itu edukasi dinilai menjadi kunci untuk meminimalisasi kendala di bandara.
“Peranan ketua kloter sangat penting untuk memastikan semua sudah siap, baik dokumen maupun bagasi. Edukasi kepada Jamaah harus terus diperkuat,” katanya.
Dengan koordinasi yang baik antara maskapai, petugas, dan Jamaah, Garuda berharap operasional haji dapat berjalan dengan baik dan lancar.
BERITA TERKAIT: