"Saya berharap para senior dan petinggi partai bisa patuhi Majelis Syariah dan Mahkamah Partai. Mari kita sama-sama menahan diri," kata Fadli kepada redaksi, Senin (29/9).
Jelas dia, sebagai partai besar dan memiliki sejarah panjang, PPP seharusnya bisa memanajemen perbedaan. Bukan malah saling memojokkan.
Kubu Muhammad Romahurmuziy dan Emron Pangkapi, kata Fadli, sudah menerima keputusan islah, dan sudah kembali 'menyerahkan' kursi ketua umum kepada Suryadharma Ali.
"Kalau pak SDA sudah menerima islah, saya belum tahu. Malah yang saya dengar, tadi (Minggu, 28/9), pak SDA memberhentikan Ketua DPW PPP Sulsel Amir Uskara digantikan Taufik Zainuddin," terangnya. Amir Uskara adalah salah satu DPW yang disebut SDA sebagai pengkudeta dirinya.
Fadli menduga, SDA belum menerima putusan islah yang dikeluarkan Majelis Syariah dan putusan sela Mahkamah Partai. Kalau sudah, lanjut Fadli, SDA tidak mungkin secara sepihak memberhentikan Amir Uskara, apalagi pemberhentian ini tidak sepengetahuan 'kubu' Romahurmuziy.
"Ini menandakan pak SDA sepertinya belum menerima islah," tandas Anggota terpilih DPR RI ini.
[rus]
BERITA TERKAIT: