Kepala LAN Muhammad Taufiq menilai perempuan memiliki karakter kepemimpinan yang semakin dibutuhkan dalam menghadapi situasi “polycrisis” global, mulai dari persoalan ekonomi, sosial, hingga geopolitik.
Menurutnya, pendekatan kepemimpinan perempuan dinilai lebih mampu membangun kolaborasi, menjaga integritas, serta memperkuat solidaritas sosial di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian.
“Perempuan punya kekuatan besar, mulai dari integritas sampai kemampuan membangun kolaborasi,” kata Taufiq dalam talkshow Women Leadership and Diplomacy: Strengthening Women’s Role in Public Leadership and Global Engagement di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia menekankan, pembangunan nasional ke depan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan secara kuantitatif, tetapi juga harus menciptakan pembangunan yang inklusif dan mampu merangkul seluruh kelompok masyarakat. Dalam konteks itu, keterlibatan perempuan dinilai menjadi elemen penting.
Taufiq juga menyebut Indonesia membutuhkan lebih banyak perempuan yang hadir di posisi strategis, baik dalam birokrasi, kepemimpinan publik, maupun diplomasi internasional. Menurutnya, perempuan tidak perlu meninggalkan identitas dan kekhasannya untuk bisa tampil sebagai pemimpin.
“Tidak harus perempuan menjadi laki-laki untuk bisa menjadi pemimpin,” ujarnya.
LAN, lanjut Taufiq, menargetkan peningkatan keterlibatan perempuan di berbagai sektor kepemimpinan hingga beberapa tahun ke depan.
BERITA TERKAIT: