Bu Menteri, Pemindahan Gerbong Perempuan bukan Solusi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Rabu, 29 April 2026, 15:19 WIB
Bu Menteri, Pemindahan Gerbong Perempuan bukan Solusi
Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap usulan Menteri PPPA, Arifah Choiri Fauzi. (Foto: F-Nasdem)
rmol news logo Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi mengusulkan pemindahan gerbong wanita ke tengah rangkaian. Usulan tersebut dimaksudkan sebagai langkah mitigasi pascakecelakaan kereta di Bekasi Timur. 

Menanggapi ini, Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap usulan Menteri PPPA tersebut.

“Saya tentu sangat prihatin atas insiden kecelakaan kereta tersebut, apalagi kita mendengar bahwa sebagian besar korban adalah perempuan. Ini menjadi duka bersama dan harus menjadi perhatian serius semua pihak,” ujar Dini, Rabu, 29 April 2026.

Kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL telah memicu diskusi soal keselamatan penumpang. Dini menyebut insiden tersebut sebagai duka bersama yang harus menjadi perhatian serius.

“Terkait usulan pemindahan gerbong wanita ke tengah rangkaian, menurut saya itu bukan solusi yang menyentuh akar persoalan, karena ketika kondisi ini terjadi sewaktu gerbong perempuan telah dipindahkan ke tengah, korban yang muncul bukan hanya seorang ibu tetapi bisa juga kepala keluarga,” kata Dini.

Menurut legislator NasDem tersebut, penempatan gerbong wanita di bagian depan atau belakang justru memiliki fungsi praktis bagi penumpang, terutama dalam mempermudah posisi saat menunggu kereta di peron.

“Kita perlu melihat masalah ini secara lebih menyeluruh, bukan hanya dari sisi penempatan gerbong. Karena menurut kacamata saya, penempatan gerbong diletakkan di paling depan dan belakang dapat memudahkan memposisikan berdiri ketika menunggu kereta, apabila diletakkan di tengah takutnya akan membingungkan karena jumlah gerbong pada kereta tidak sama,” jelasnya.

Dini menegaskan bahwa fokus utama seharusnya diarahkan pada peningkatan disiplin dan sistem keselamatan transportasi secara menyeluruh, termasuk kepatuhan pengguna jalan di sekitar perlintasan kereta.

“Baik itu dari sisi pengemudi kendaraan roda empat/dua dan pengguna jalan di sekitar rel kereta,” imbuhnya.

Ia pun mengingatkan agar evaluasi yang dilakukan tidak mengalihkan perhatian dari persoalan utama, yakni pencegahan kecelakaan.

“Jadi, yang perlu diperkuat adalah disiplin, pengawasan, dan sistem keselamatan secara menyeluruh. Usulan seperti itu bisa saja menjadi bahan diskusi, tapi jangan sampai mengalihkan fokus kita dari persoalan utama, yaitu bagaimana mencegah kecelakaan agar tidak terulang kembali,” tandasnya. rmol news logo article
EDITOR: AHMAD ALFIAN

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA