"Karena purnawirawan-purnawirawan itu biasanya punya semacam komunitas atau organisasi antar mereka," kata peneliti LIPI Siti Zuhro ketika dihubungi redaksi beberapa saat lalu (Jumat, 28/3).
Namun Siti menjelaskan bahwa dukungan tersebut tidak signifikan, karena hanya menyebar terbatas pada komunitas atau organisasi antar purnawirawan itu.
Pasalnya, jelas Siti, masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang homogen. Selain itu, sitem yang ada saat ini juga tidak lagi mengenal adanya keterlibatan militer dalam politik.
"Bicara politik di Indonesia saat ini sudah demokratis. Tapi ternyata mantan-mantan personil (militer) juga ada yang mendirikan partai atau bergabung dengan partai lain," jelas Siti.
Hal tersebut, lanjutnya, merupakan penegasan atas eksistensi militer di perpolitikan Indonesia, sekalipun purnawirawan.
"Bukan dikotomi sipil-militer, tapi siapapun yang ikut dalam sistem demokrasi harus mengikuti sistem yang ada," tandasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: