"Saya tidak menjelekkan nama, atau sebut nama. Anda tolong cermati, yang saya kritik adalah sistem yang kita semua bangun ini sangat lemah, tidak efisien dan terlalu banyak korupsi," kata Prabowo saat memberikan kuliah umum di Pondok Pesantren Darussalam dan Institut Agama Islam Darussalam Ciamis, Jawa Barat (Jumat, 3/1).
Prabowo juga menjelaskan soal kebocoran anggaran negara sebesar lebih dari Rp1000 triliun rupiah. Prabowo menegaskan, bagaimana mau membangun kalau uangnya tidak ada, bocor kemana-mana dan tidak digunakan untuk kepentingan rakyat.
"Kuncinya adalah pemerintah yang bersih yang mampu menutup kebocoran-kebocoran itu, dan kita gunakan anggaran itu untuk pambangunan menuju Indonesia yang produktif, bukan Indonesia yang konsumtif," kata Prabowo di hadapan lebih dari 1000 pembina, siswa, mahasiswa dan santri pondok pesantren.
Dia menambahkan, dengan menutup kebocoran tersebut maka kita bisa melakukan banyak hal dalam membangun bangsa ini.
Dalam kesempatan tersebut mantan Danjen Kopassus dan Calon Presiden dari Partai Gerindra ini tak lupa mengingatkan kepada para tokoh yang hadir, khususnya tokoh agama untuk dapat mengerti apa yang sedang dialami oleh rakyat.
[dem]
BERITA TERKAIT: