Menurut Rektor Universitas Paramadina ini, Republik Indonesia pun didirikan oleh para bapak bangsa yang awalnya bermodal nekat. Namun, mereka semua terdiri dari kaum intelektual. Intinya, dia ingin meneruskan perjuangan para pendiri bangsa yang berawal dari dunia kampus dan bermodal nekat.
Tapi, mengapa harus lewat Partai Demokrat yang sedang terlibat banyak masalah korupsi?
"Pertama, Demokrat adalah satu-satunya partai yang sekarang memberi kesempatan untuk warga negara biasa untuk berkompetisi sebagai capres. Saya diundang dan saya wajib memenuhi undangan itu sebagai tanggung jawab kepada bangsa," ucap Anies saat berkunjung ke kantor redaksi Rakyat Merdeka, Gedung Graha Pena, Jakarta, Rabu (4/12).
"Kedua, sekarang partai mana yang tidak bermasalah? Tolong sebutkan," tambah cucu pejuang nasional Abdul Rahman Baswedan ini.
Anies selalu mengingatkan kepada para relawannya bahwa modal mereka hanyalah harga diri yang tak terbayarkan dengan rupiah. Relawan Anies Baswedan tidak dibayar bukan karena tidak punya nilai, tetapi justru karena tidak ternilai.
"Satu relawan yang tulus bisa kalahkan baliho sebesar apapun," tegasnya.
Dia juga selalu mengajak para relawannya untuk terus menerus mengumpulkan orang-orang yang baik. Misinya, selain membuat barisan pendukung yang menyokongnya melaju ke pilpres, juga untuk menciptakan apa yang disebutnya warna baru Indonesia.
"Kami mau bikin warna baru di Indonesia, koalisi orang waras. Pesannya adalah ini tentang kita semua. Bahwa kita tidak dihubungkan dengan transaksi rupiah, jadi tidak ada
cash and carry," umbarnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: