Menurut Bambang, hal itu sejalan dengan pertanyaan Sekretaris Jenderal United Cities and Local Governments Asia Pacific, Bernadia Irawati Tjandradewi baru-baru ini, mengenai pertumbuhan Kota Global akan berpusat di Asia.
Legislator Demokrat ini memandang, bilamana prediksi itu benar maka bagaimana nasib sawah yang selama ini menopang ketahanan pangan bangsa, dan apa harus dilakukan karena jika itu terjadi menjadi khawatiran sektor pangan di tanah air di tengah meningkatnya proyeksi urbanisasi.
"Karena itu di sini pentingnya pemerintah mengantisipasi, diantisipasi pemerintah keberlangsungan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional," ujar Bambang kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 22 September 2026.
Anggota DPR asal daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Tengah ini memandang, pemerintah perlu menyikapi hal tersebut dengan memastikan peranannya pada sektor pertanian dapat diandalkan jika penduduk desa kebanyakan akan melakukan urbanisasi ke kota.
?
?"Artinya pemerintah perlu menyiapkan langkah konkret untuk menghadapi tren tersebut. Bila prediksi ini benar, bagaimana nasib sawah kita yang selama ini menopang ketahanan pangan kita? Dan apa upaya yang harus dilakukan?” tuturnya.
?
Di samping itu, Bambang juga berpendapat urbanisasi sejak dulu telah menjadi persoalan serius, karena turut menciptakan kesenjangan antara desa dan kota, karena masyarakat pedesaan terutama generasi muda merasa kehidupan dan pekerjaan di kota lebih baik.
?
?“Hal ini akibat semua kegiatan produksi selalu tumbuh di wilayah perkotaan, sehingga wajar generasi muda menyerbu kota untuk mencari pekerjaan. Sementara di desa tidak tumbuh sentra-sentra produksi, hanya produksi pangan di sawah dan ladang yang selama ini dianggap berkubang lumpur dengan mencangkul,” urainya.
?
"Gap tersebut mengakibatkan semua kegiatan produksi selalu tumbuh di wilayah Perkotaan. Hal itu pula yang membuat generasi muda menyerbu Kota untuk mencari pekerjaan. Mereka datang ke Kota, dengan alasan di Desa tidak tumbuh sentra-sentra produksi, hanya produksi pangan di sawah dan ladang yang selama ini dianggap berkubang lumpur dengan mencangkul," sambungnya.
?
Lebih dari itu, Bambang meyakini kondisi itu sudah mulai dirasakan saat ini bahkan jika terjadi semakin tajam kesenjangannya, maka urbanisasi akan semakin besar dan harus mulai diwaspadai karena petani rata-rata sudah berusia 50 tahun ke atas, ketika generasi mudanya tidak mau menggantikan dapat dipastikan tidak ada petani lagi yang akhirnya produksi padi terhenti.
"Tentu akan mengancam ketahanan pangan. Kondisi seperti ini merupakan sinyal berbahaya. Dan bilamana tidak segera disikapi secara cerdas dan tepat oleh Pemerintah akan menimbulkan persoalan baru baik," demikian Bambang menambahkan.
BERITA TERKAIT: