Demokrat Ungkap Petinggi Parpol Sudah Bertemu Bahas Ambang Batas Parlemen

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Selasa, 15 September 2026, 22:45 WIB
Demokrat Ungkap Petinggi Parpol Sudah Bertemu Bahas Ambang Batas Parlemen
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Dede Yusuf Macan Effendi. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)
Kecil Besar
rmol news logo Para pimpinan partai politik pendukung pemerintah disebut telah berkomunikasi untuk membahas berbagai opsi yang akan dituangkan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Dede Yusuf Macan Effendi mengatakan, komunikasi antarketua umum partai tersebut sudah berlangsung, termasuk menyikapi pertemuan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dengan Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf pada Senin, 14 September 2026.

"Setahu saya, memang komunikasi antara ketua-ketua partai sudah terjadi," kata Dede di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 15 September 2026.

Salah satu isu yang dibahas yakni ambang batas parlemen atau parliamentary threshold yang mengemuka di angka 4-5 persen.

Dede mengatakan, masing-masing pimpinan partai membawa pandangan terkait RUU Pemilu, termasuk mengenai tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan besaran ambang batas parlemen.

"Saya belum tahu, kalau sudah diputuskan atau belum. Kalau tujuh persen mungkin terlalu tinggi. Empat atau 5 persen," ujarnya.

Menurut Dede, Partai Demokrat menilai ambang batas parlemen 4-5 persen masih berada dalam batas yang wajar.

"Masih sangat masuk di dalam rasio kami, karena di beberapa negara pun juga menggunakan angka yang sama," kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu.

Selain parliamentary threshold, Dede meyakini para pimpinan partai juga membahas ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold.

"Saya rasa iya, ya," ucapnya.

Pembahasan presidential threshold dinilai penting setelah MK memutuskan ambang batas pencalonan presiden menjadi nol persen. Namun, menurut Dede, partai politik tetap perlu menyepakati mekanisme agar jumlah kandidat yang maju dalam Pilpres tidak terlalu banyak.

Dede juga menilai pertemuan lanjutan antarpimpinan partai diperlukan untuk membahas isu tersebut.

"Saya rasa harus. Harus ada pertemuan, yang saya dengar, sih, sudah ada pertemuan, ya, tetapi apakah ada pertemuan kedua? Mari tunggu saja," tandasnya.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: DIKI TRIANTO

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA