Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam sambutannya pada Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Partai Demokrat yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu malam, 9 September 2026.
Presiden mengatakan, sebagai bangsa besar yang memilih demokrasi sebagai jalan bernegara, Indonesia harus mampu menerima kritik dan koreksi.
Kritik, saran, maupun pandangan yang berbeda merupakan bagian penting dalam proses demokrasi selama semuanya diarahkan untuk kepentingan rakyat.
“Memang bangsa yang besar, yang sudah milih jalan demokrasi, harus berterima kasih atas kritik dan koreksi,” ujar Presiden.
Lebih lanjut, Prabowo menilai demokrasi Indonesia telah menunjukkan kematangan. Kompetisi politik dan perbedaan pilihan, kata dia, semestinya dapat berjalan beriringan dengan persahabatan, kekeluargaan, serta kerukunan antarelemen bangsa.
“Macam-macam warna, bersaing, kritik, menyampaikan saran, memberi rekomendasi, menyampaikan hal-hal yang mungkin tidak enak untuk disampaikan, tapi tetap kita rukun, tetap bersahabat, tetap berkeluarga. Ini yang harus kita pegang,” tegas Presiden.
Kepala Negara juga mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara besar dengan tantangan yang tidak sederhana.
Namun, di tengah berbagai persoalan tersebut, Prabowo bersyukur Indonesia yang kini memasuki usia 81 tahun tetap mampu menjaga persatuan dan semakin kuat menghadapi tantangan ke depan.
“Jadi memang masalah kita besar, tantangan kita besar, dan kita berada di alam yang banyak tantangan juga. Tapi alhamdulillah bangsa kita di usia ke-81 kokoh, bersatu. Berbeda, tapi kita kokoh, bersatu dan kita semakin kuat menghadapi masa depan,” ucap Presiden.
Prabowo juga menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Indonesia yang dinilai memiliki peluang menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia.
Menurutnya, peluang tersebut harus dipersiapkan sejak sekarang, terutama untuk generasi muda yang nantinya akan menerima estafet kepemimpinan dan tanggung jawab pembangunan bangsa.
“Pak SBY dan saya, kita generasi ibarat, kami adalah anak tangga yang akan digunakan oleh generasi yang lebih muda kita untuk naik, untuk mengambil alih tanggung jawab, untuk meneruskan kebangkitan bangsa Indonesia,” tutur Presiden.
BERITA TERKAIT: