Di Papua, Priyo Desak Freeport Kerahkan Peralatan Canggih

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 19 Mei 2013, 19:01 WIB
Di Papua, Priyo Desak Freeport Kerahkan Peralatan Canggih
Priyo Budi Santoso/ist
rmol news logo Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso meminta PT Freeport Indonesia terus melanjutkan upaya pencarian para pekerja yang masih terjebak dalam reruntuhan fasilitas pelatihan tambang bawah tanah Big Gossan.

Priyo mendesak PT Freeport mengerahkan seluruh sumber daya yang ada termasuk peralatan tercanggih untuk menemukan para korban, termasuk menyelamatkan pekerja yang mungkin masih hidup.

"Pencarian korban jangan dihentikan. Kami tetap menginginkan dilakukan terus pencarian korban, apapun dan bagaimanapun keadaannya. Selamatkan nyawa para korban kalau memang masih bisa diselamatkan sampai menit terakhir sekalipun," kata Priyo.

Dari penjelasan manajemen PT Freeport, lanjutnya, hingga saat ini masih terdapat lebih dari 20 orang pekerja yang terjebak dalam reruntuhan fasilitas pelatihan tambang bawah tanah Big Gossan sejak Selasa (14/5). Sebanyak 16 orang pekerja lainnya sudah ditemukan, enam orang diantaranya ditemukan sudah meninggal dunia.

Korban terakhir yang ditemukan yaitu Johni Tulak. Jenazahnya saat ini disemayamkan di rumah kerabatnya di Jalan Sam Ratulangi Timika dan direncanakan akan diberangkatkan ke Tanah Roraja, Sulawesi Selatan pada penerbangan Senin (20/5).

Pada Minggu pagi, Priyo bersama enam anggota DPR lainnya yaitu Paskalis Kossay, Peggy Patricia Patipi, Manuel Kaisiepo, Jamaluddin Jafar, Ali Kastella dan Aus Hidayat Nur tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika dan langsung menuju Tembagapura menggunakan helikopter untuk meninjau langsung proses evakuasi para pekerja yang masih terjebak di reruntuhan terowongan Big Gossan.

Ikut mendampingi rombongan DPR meninjau lokasi reruntuhan fasilitas tempat pelatihan tambang bawah tanah Big Gossan yaitu Direktur Utama PT Freeport Indonesia Rozik B Soetjipto dan Direktur Utama Freeport McMoRan Copper & Gold Richard Atkerson.

"Kami tidak disarankan untuk masuk ke lokasi tambang itu karena pertimbangan faktor keselamatan. Tapi akhirnya kami memutuskan untuk menengok langsung ke area itu," tutur Priyo.

Di lokasi dekat reruntuhan fasilitas pelatihan tambang bawah tanah Big Gossan, rombongan DPR bertemu dan mendapat penjelasan dari regu penyelamat tentang upaya evakuasi para korban dari sisi timur dan sisi barat.

PT Freeport mengerahkan 200 orang anggota regu penyelamat yang bekerja selama 24 jam dengan peralatan terbaik untuk bisa menemukan dan mengevakuasi para korban ke luar dari reruntuhan.

"Ini perlu diapresiasi dan diketahui publik baik nasional maupun internasional. Kami semua menyaksikan anak-anak muda itu bekerja siang malam. Untuk apa yang telah mereka lakukan, kita patut memberikan apresiasi," kata politisi Partai Golkar itu, seperti dikutip kantor berita Antara.

Ia menambahkan, saat ini regu penyelamat PT Freeport berupaya menyemburkan oksigen segar melalui sebuah pipa ke dalam ruang kelas pelatihan tambang bawah tanah Big Gossan yang telah runtuh dan menggunakan fasilitas pendeteksi getaran yang disebut 'Lifepak 3' untuk mengetahui apakah masih ada korban yang hidup. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA