
Untuk mencegah tindak terorisme terhadap para anggotanya, Polri diminta untuk meningkatkan kualitas aparat intelijennya.
"Kemampuan intel Polri harus lebih kuat. Selain itu, sistem kerja Polri juga harus berbasis intelijen," ujar anggota Komisi Polisi Nasional (Kompolnas), Adrianus Meliala, di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (13/9).
Namun, harapan itu sulit tercapai lantaran banyak anggota kepolisian lebih memilih menjadi anggota polisi lalu lintas ketimbang menjadi intel.
Adrianus menambahkan, upaya peningkatan kualitas intelijen kepolisian tidak harus bekerja sama dengan pihak militer karena pendekatan pihak militer lebih keras dan konfrontatif.
"Jangan pakai militer karena mereka lebih banyak dar-der-dor," tutupnya.
[ald]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: