Demerina melarikan diri dari KKB dan bertahan selama 20 hari. Ia kemudian dievakuasi dari Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika, menuju Timika.
”Prioritas kami adalah memastikan korban dapat dijemput dan dievakuasi dengan selamat. Komunikasi dengan semua pihak menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas kamtibmas,” kata Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz Irjen Faizal Ramadhani dalam keterangan resmi yang diterima redaksi di Jakarta pada Senin, 14 September 2026.
Dalam proses evakuasi, Faizal memastikan pihaknya telah melakukan koordinasi yang matang dan penuh kesabaran.
Terlebih, kondisi medan dan cuaca menjadi juga jadi faktor yang perlu diperhatikan.
Sementara itu, Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo, menjelaskan saat ditemukan, Demerina tidak sendirian.
Dia bersama seorang rekannya bernama Yosina yang sudah meninggal dunia. Yusuf mengaku sangat menyesal atas kejadian itu.
”Adik Yosina ditemukan telah meninggal dunia karena kondisinya sangat kurus dan tidak mendapat asupan makanan,” ujarnya.
Perlu diketahui, kedua korban telah bertahan selama 20 hari dalam kondisi yang sangat berat.
Setelah berhasil diselamatkan, Demerina dibawa menggunakan Helikopter Bell Polri P-3002 milik Satgas Operasi Damai Cartenz dan tiba di Landasan Helikopter Mako Yon B Pelopor Sat Brimobda Papua Tengah pada pukul 09.08 WIT dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Timika untuk menjalani pemeriksaan kesehatan serta mendapatkan penanganan medis.
BERITA TERKAIT: