Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan pembangunan kembali akan dilakukan dengan mempertimbangkan opsi konstruksi terbaik agar jembatan lebih kuat dan aman digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Salah satu yang menjadi evaluasi yaitu teknis-teknis yang harus kita evaluasi. Memang yang agak rumit adalah jembatan-jembatan perbaikan,” kata Maruli saat meninjau langsung kondisi Jembatan Pongpet, Senin, 14 September 2026.
Menurutnya, pembangunan kembali Jembatan Pongpet diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Pengerjaan bahkan dapat dipercepat apabila dilakukan secara intensif.
Maruli menilai pembongkaran dan pembangunan ulang dari awal menjadi opsi yang lebih baik untuk menyempurnakan konstruksi jembatan.
“Ini sudah diperkirakan dua bulan, kalau bekerjanya pagi, siang dan malam, mudah-mudah bisa lebih cepat, dua bulanan lah, karena memang lebih baik kita bongkar awal saja, konstruksinya jadi lebih baik, musibah yang membawa hikmah ini jadinya,” ujar Maruli.
Selain jembatan, TNI AD mempertimbangkan pembangunan sumur bor di empat titik untuk kebutuhan air bersih masyarakat sekitar.
“Termasuk air bersihnya, bila kurang kita buatkan di empat titik,” sambungnya.
Maruli juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas musibah yang terjadi saat peresmian Jembatan Pongpet. Ia memastikan kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi agar pembangunan berikutnya memiliki konstruksi yang lebih baik dan aman.
BERITA TERKAIT: