Jangan Habiskan Uang untuk Pesta, Persiapan Finansial Setelah Nikah Lebih Penting

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-alifia-suryadi-1'>SARAH ALIFIA SURYADI</a>
LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI
  • Sabtu, 12 September 2026, 13:17 WIB
Jangan Habiskan Uang untuk Pesta, Persiapan Finansial Setelah Nikah Lebih Penting
Ketua Harian Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Muhammad Syakir Sula (kiri) bersama General Manager The Tribrata Hotel & Convention Center Ferri Irawan (kanan). (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)
Kecil Besar
rmol news logo Pesta pernikahan tidak perlu digelar secara mewah jika harus menguras kemampuan finansial pasangan. Menurut ekonom syariah, persiapan keuangan untuk menjalani kehidupan setelah menikah justru perlu menjadi prioritas.

Ketua Harian Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Muhammad Syakir Sula mengatakan, walimat atau pesta pernikahan kerap dijadikan ajang mengejar prestise, sementara kondisi finansial pasangan setelah menikah belum dipersiapkan secara matang.

“Kadang-kadang pernikahan itu habis di awal ketika walimat. Tapi setelah selesai walimat, kemudian bayar hutang, kemudian susah hidup,” kata Syakir di Jakarta, Sabtu 12 September 2026.

Karena itu, pasangan muda dinilai tidak perlu memaksakan pesta mewah hanya untuk menunjukkan kemampuan ekonomi kepada keluarga maupun masyarakat.

“Jadi tidak usah dipaksakan, sederhana-sederhana saja. Karena kesan sekarang walimat itu prestis sehingga bisa dilihat masyarakat, bisa dilihat oleh keluarga yang lainnya, oh ini kaya nih, banyak duitnya sehingga acaranya mewah sekali. Tapi setelah itu anaknya hidup-hidup menderita,” ujarnya.

Menurut Syakir, pengeluaran besar untuk pesta dapat mengurangi kemampuan pasangan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga setelah menikah. Perencanaan finansial justru perlu disiapkan sejak sebelum pernikahan.

“Persiapan finansial ba’da walimah, ba’da nikah justru lebih siap, lebih bagus,” tegasnya.

Ia juga mendorong pasangan yang baru membangun rumah tangga memiliki perencanaan keuangan dan sumber penghasilan yang mandiri. Dalam perspektif ekonomi Islam, sumber penghasilan tersebut harus diperoleh melalui cara yang halal.

“Di samping sebagai keuangan keluarga tentu harus mandiri, punya sumber penghasilan dan salah satu yang dianjurkan di dalam Islam adalah bagaimana sumber-sumber risiko itu diperoleh dengan cara yang halal,” katanya.

Pesan tersebut menjadi salah satu bahasan dalam The Sakinah Modern Wedding Expo yang digelar di The Tribata pada 12-13 September 2026. Acara ini tidak hanya membahas persiapan pesta pernikahan, tetapi juga kehidupan pasangan sebelum dan setelah menikah, termasuk aspek pembiayaan.

Syakir berharap konsep tersebut dapat mendorong pasangan muda mempersiapkan kehidupan rumah tangga secara lebih matang, sehingga pernikahan tidak berhenti pada kemeriahan pesta, tetapi berlanjut pada kesiapan menjalani kehidupan bersama. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA