Ketua Harian Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Muhammad Syakir Sula mengatakan, walimat atau pesta pernikahan kerap dijadikan ajang mengejar prestise, sementara kondisi finansial pasangan setelah menikah belum dipersiapkan secara matang.
“Kadang-kadang pernikahan itu habis di awal ketika walimat. Tapi setelah selesai walimat, kemudian bayar hutang, kemudian susah hidup,” kata Syakir di Jakarta, Sabtu 12 September 2026.
Karena itu, pasangan muda dinilai tidak perlu memaksakan pesta mewah hanya untuk menunjukkan kemampuan ekonomi kepada keluarga maupun masyarakat.
“Jadi tidak usah dipaksakan, sederhana-sederhana saja. Karena kesan sekarang walimat itu prestis sehingga bisa dilihat masyarakat, bisa dilihat oleh keluarga yang lainnya, oh ini kaya nih, banyak duitnya sehingga acaranya mewah sekali. Tapi setelah itu anaknya hidup-hidup menderita,” ujarnya.
Menurut Syakir, pengeluaran besar untuk pesta dapat mengurangi kemampuan pasangan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga setelah menikah. Perencanaan finansial justru perlu disiapkan sejak sebelum pernikahan.
“Persiapan finansial ba’da walimah, ba’da nikah justru lebih siap, lebih bagus,” tegasnya.
Ia juga mendorong pasangan yang baru membangun rumah tangga memiliki perencanaan keuangan dan sumber penghasilan yang mandiri. Dalam perspektif ekonomi Islam, sumber penghasilan tersebut harus diperoleh melalui cara yang halal.
“Di samping sebagai keuangan keluarga tentu harus mandiri, punya sumber penghasilan dan salah satu yang dianjurkan di dalam Islam adalah bagaimana sumber-sumber risiko itu diperoleh dengan cara yang halal,” katanya.
Pesan tersebut menjadi salah satu bahasan dalam The Sakinah Modern Wedding Expo yang digelar di The Tribata pada 12-13 September 2026. Acara ini tidak hanya membahas persiapan pesta pernikahan, tetapi juga kehidupan pasangan sebelum dan setelah menikah, termasuk aspek pembiayaan.
Syakir berharap konsep tersebut dapat mendorong pasangan muda mempersiapkan kehidupan rumah tangga secara lebih matang, sehingga pernikahan tidak berhenti pada kemeriahan pesta, tetapi berlanjut pada kesiapan menjalani kehidupan bersama.

BERITA TERKAIT: