Peringatan ini tidak hanya menjadi momentum untuk merayakan keindahan selembar kain berteknik malam dan canting, tetapi juga memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga identitas bangsa di tengah arus modernisasi.
Tahun ini, perayaan Hari Batik Nasional mengangkat fokus utama pada kekayaan ragam hias khas Tulungagung, Jawa Timur.
Motif asal daerah tersebut dipilih karena dinilai masih konsisten mempertahankan nuansa klasik yang kuat jika dibandingkan dengan corak dari wilayah lainnya.
Pemilihan tema ini sekaligus merayakan cerita, nilai sejarah, serta kreativitas seniman lokal yang terus menghidupkan tradisi batik dari masa ke masa.
Kota Surabaya didaulat sebagai tuan rumah penyelenggaraan rangkaian perayaan yang berlangsung meriah mulai 30 September hingga 4 Oktober.
Berbagai kegiatan kebudayaan digelar untuk memeriahkan acara, mulai dari pameran seni rupa hingga peragaan busana yang memukau. Salah satu agenda yang paling mencuri perhatian publik adalah atraksi Batik Berlayar di Sungai Kalimas.
Dalam kegiatan publik tersebut, para tamu undangan serta model mengenakan busana batik terbaik mereka sambil menyusuri aliran sungai sepanjang 1,2 kilometer dengan menaiki perahu yang dihiasi ornamen khas Jawa Timur, mulai dari Taman Prestasi hingga kawasan Monumen Kapal Selam.
Meskipun berstatus sebagai hari besar nasional, tanggal 2 Oktober ditetapkan bukan sebagai hari libur resmi berdasarkan Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri.
Oleh karena itu, seluruh aktivitas perkantoran, instansi pemerintah, institusi pendidikan, hingga sektor swasta tetap berjalan secara normal seperti biasa.
Di balik semarak perayaan modern ini, penetapan Hari Batik Nasional memiliki akar sejarah yang sangat penting bagi kedaulatan budaya Indonesia.
Pengakuan resmi dari dunia internasional bermula pada 2 Oktober 2009, ketika United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization secara resmi memasukkan batik Indonesia ke dalam daftar Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity.
Langkah besar tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh pemerintah Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009 yang mengukuhkan tanggal tersebut sebagai Hari Batik Nasional.
Melalui filosofi yang terpatri di setiap goresan malam, batik tetap berdiri kokoh sebagai simbol luhur kebudayaan nusantara.
BERITA TERKAIT: