Kegiatan yang diikuti sekitar 400 peserta ini menjadi bagian dari upaya Kemenag mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mempersiapkan pernikahan dan membangun keluarga sakinah.
Program yang digagas Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam tersebut dikemas dalam bentuk forum taaruf yang mempertemukan para lajang dengan pendekatan edukatif dan bernuansa Islami.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, melainkan juga mengandung tanggung jawab besar dalam membangun rumah tangga yang penuh kasih sayang.
"Ini edukasi bagi masyarakat. Ada pesan Islami yang melahirkan keluarga sakinah. Ikhtiar ini menjadi momen untuk menyiapkan pernikahan yang elegan dan berkah," ujar Nasaruddin.
Ia menambahkan, Kemenag akan terus mendampingi masyarakat melalui layanan bimbingan pranikah agar setiap pasangan memiliki bekal yang cukup dalam membangun keluarga.
"Bagi saudara-saudara yang sedang menatap hari bahagia atau bahkan sedang ikhtiar, ini merupakan momen yang amat tepat untuk mempersiapkan pernikahan secara konsep maupun praktik, melalui konsultasi dan bimbingan," lanjutnya.
Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan Golek Garwo akan diproyeksikan menjadi agenda tahunan sebagai respons atas menurunnya angka pernikahan dan meningkatnya angka perceraian.
"Kegiatan ini kami harapkan bermanfaat bagi yang belum punya jodoh. Golek Garwo akan dijadikan agenda tahunan mengingat tren pernikahan yang terus menurun, sementara angka perceraian justru meningkat," kata Abu.
Ia mengungkapkan, sebanyak 400 peserta telah terkonfirmasi mengikuti kegiatan tersebut. Komposisi peserta didominasi perempuan.
"Memang lebih banyak perempuan daripada laki-laki, yang laki-laki tadi sekitar 30 persen, sisanya perempuan," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ahmad Zayadi menegaskan bahwa Golek Garwo bukan sekadar ajang perkenalan, tetapi juga mendorong peserta membangun komitmen hingga ke jenjang pernikahan.
"Pernikahan itu ibadah, bukan sekadar seremoni. Ekosistem pesta pernikahan harus paham kaidahnya karena otoritas tertinggi ada pada penghulu. Kami ingin layanan pernikahan memberikan pengalaman terbaik yang berkesan tanpa mengabaikan ketentuan agama," tegas Zayadi.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: