Nikah Fest 2026: Wamenag Ajak Lintas Kementerian Berkolaborasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Sabtu, 27 Juni 2026, 12:10 WIB
Nikah Fest 2026:  Wamenag Ajak Lintas Kementerian Berkolaborasi
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo R. Muhammad Syafi'i di acara Nikah Fest, Sabtu 27 Juni 2026 (Foto: RMOL/Reni Erina)
rmol news logo Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo R. Muhammad Syafi'i mendorong penyelenggaraan Nikah Fest menjadi agenda rutin tahunan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga Indonesia. 

Menurutnya, penguatan institusi keluarga memerlukan dukungan berbagai pihak dan kolaborasi lintas kementerian.

"Kita ingin agar kegiatan ini terus menjadi agenda rutin atau kalender tahunan," kata Romo Syafi'i usai menghadiri Nikah Fest 2026 yang berlangsung di Smesco Exhibition, Jakarta, Sabtu 27 Juni 2026. 

Kegiatan ini digelar oleh Kementerian Agama (Kemenag) dalam rangka memeriahkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Program nikah massal ini diperuntukkan bagi masyarakat berdomisili di DKI Jakarta.

Romo Syafi'i mengimbau seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan keluarga untuk berkolaborasi dengan Kementerian Agama dalam menyelenggarakan Nikah Fest secara berkala, sebagaimana yang telah diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag. 

"Kami mengimbau kepada semua pihak yang memiliki kepedulian yang sama agar dapat berkolaborasi dengan Kementerian Agama untuk secara rutin melaksanakan kegiatan Nikah Fest," ujarnya.

Program tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa melalui penguatan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan nasional.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Nikah Fest diikuti 50 pasangan calon pengantin. Sebanyak 19 pasangan melangsungkan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) masing-masing, sementara 31 pasangan lainnya melaksanakan akad nikah secara langsung di lokasi acara.

Selain memfasilitasi pencatatan dan pelaksanaan pernikahan secara sah, peserta juga memperoleh berbagai dukungan dari penyelenggara. Mereka mendapatkan bantuan transportasi, bantuan modal usaha, bantuan mahar, serta dibebaskan dari seluruh biaya administrasi.

"Jadi semuanya gratis," ujar Romo Syafi'i.

Tak hanya itu, para pasangan pengantin baru juga memperoleh pendampingan untuk mengakses program rumah murah yang dicanangkan Presiden melalui Kementerian Perumahan. Mereka diberikan informasi dan bimbingan mengenai tata cara mendapatkan fasilitas kredit rumah bersubsidi tersebut.

Romo Syafi'i menilai pendekatan yang mengintegrasikan dukungan ekonomi, akses perumahan, dan layanan pernikahan merupakan langkah strategis untuk membantu pasangan muda membangun rumah tangga yang lebih kokoh dan sejahtera.

"Ke depan, mudah-mudahan semua kementerian yang memiliki keterkaitan dengan penguatan dan ketahanan keluarga dapat berkolaborasi untuk memajukan keluarga Indonesia," pungkasnya. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA