Ia menegaskan, esensi pernikahan terletak pada akad yang sah dan kesiapan mental, sehingga kemeriahan resepsi jangan sampai mengalahkan substansi utama dalam membangun keluarga yang sakinah.
Menurutnya, Al-Quran telah menegaskan bahwa pasangan diciptakan agar manusia memperoleh ketenangan, sekaligus menghadirkan cinta dan kasih sayang dalam kehidupan berumah tangga.
“Mencari pasangan bukan sekadar mencari teman hidup, tetapi mencari jalan menuju ketenangan, tanggung jawab, dan keberkahan keluarga,” ujar Menag.
Menag pun menyambut baik penyelenggaraan Golek Garwo sebagai ruang perkenalan yang aman, santun, dan sesuai nilai-nilai Islam bagi masyarakat yang memiliki niat serius membangun rumah tangga. Proses ta’aruf perlu dijalani dengan adab, kejujuran, kesungguhan niat, serta pendampingan agar tetap berada pada tujuan mulia pernikahan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa Golek Garwo hadir sebagai wadah ta'aruf yang edukatif, aman, dan bermartabat. Sesi tahun ini diikuti oleh 354 peserta resmi, di luar pendaftar langsung di lokasi.
Lewat tahapan perkenalan, komunikasi, hingga muhasabah, para peserta dibimbing untuk memahami bahwa pernikahan adalah ibadah yang memerlukan kesiapan lahir dan batin.
Sebagai bagian dari festival Peaceful Muharam 1448 H, acara ini juga menyediakan ekosistem layanan pernikahan yang lengkap. Selain sesi ta'aruf, sebelumnya diselenggarakan pula nikah massal untuk 31 pasangan, edukasi perencanaan keuangan serta kepemilikan rumah bagi keluarga muda, hingga literasi zakat dan wakaf.
Melalui proses yang sehat dan sesuai tuntunan agama ini, Kementerian Agama berharap dapat melahirkan fondasi keluarga yang kuat dan membawa maslahat bagi masyarakat Indonesia.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: