Sumur tersebut menjadi saksi bisu peristiwa kelam Gerakan 30 September (G30S). Di mana para jenderal yang kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Revolusi dibuang setelah gugur dalam peristiwa yang menjadi salah satu lembar kelam dalam sejarah bangsa Indonesia.
Prabowo tampak berjalan menuju sumur tua tersebut didampingi Ketua DPR Puan Maharani, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua DPD Sultan Najamuddin, Ketua MPR Ahmad Muzani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.
Diiringi lagu Gugur Bunga, Prabowo bersama jajaran pejabat kemudian berdiri dalam suasana hening untuk mengenang para pahlawan yang gugur.
Presiden Prabowo lalu mengangkat kedua tangannya, menundukkan kepala, dan memejamkan mata untuk memanjatkan doa.
Usai berdoa, Prabowo tampak membasuh wajahnya dengan kedua tangan, seolah meresapi duka dan doa yang baru saja ia panjatkan.
Setelah itu, Prabowo bersama jajaran pejabat berjalan keluar dari area monumen sembari menyalami para peserta upacara yang hadir.
BERITA TERKAIT: