Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari menyebut muktamar bukan hanya forum pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi momentum refleksi untuk menentukan arah perjuangan organisasi memasuki abad kedua.
"Ketika kami kembali ke Surakarta, kami membawa semangat berkumpulnya perempuan muda dari seluruh Nusantara untuk bermuhasabah, berkumpul, dan merumuskan arah pergerakan Nasyiatul Aisyiyah. Tidak hanya untuk muktamar ini, tetapi untuk memasuki abad kedua Nasyiatul Aisyiyah," ujar Ariati dalam pidatonya pada Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.
Ariati menuturkan, Surakarta memiliki nilai historis bagi perjalanan Nasyiatul Aisyiyah. Kota tersebut menjadi lokasi Muktamar pertama Nasyiatul Aisyiyah sebagai organisasi otonom mandiri pada tahun 2000.
Kini, lebih dari dua dekade kemudian, Surakarta kembali menjadi ruang konsolidasi untuk merumuskan langkah gerakan perempuan muda menuju masa depan.
Menurutnya, perubahan sosial yang berlangsung cepat menghadirkan tantangan baru yang harus direspons organisasi perempuan muda.
Oleh karenanya, organisasi otonom Muhammadiyah itu menegaskan komitmen menghadirkan dakwah berkemajuan yang adaptif terhadap transformasi digital, dinamika keluarga, hingga persoalan sosial.
"Semua itu menuntut organisasi perempuan muda seperti Nasyiatul Aisyiyah untuk tidak hanya mampu bertahan, tetapi mampu membaca zaman, beradaptasi, berinovasi, dan menghadirkan dakwah berkemajuan," kata dia.
Dalam empat tahun terakhir, Nasyiatul Aisyiyah memperkuat berbagai program pemberdayaan perempuan muda dan keluarga Indonesia, mulai dari Samara Course, PASMINA, layanan paralegal bagi perempuan korban kekerasan, gerakan literasi RALINA, Gerakan Mengaji Nasyiatul Aisyiyah, Sekolah Kepemimpinan Perempuan, Green Nasyiah dan Ecobhinneka, hingga penguatan ekonomi kader serta pendampingan studi lanjut.
Ariati menegaskan, membangun peradaban merupakan kerja panjang yang membutuhkan kolaborasi lintas generasi.
Melalui Muktamar ke-15, Nasyiatul Aisyiyah berkomitmen melanjutkan estafet perjuangan dengan memperkuat posisi perempuan muda sebagai penggerak keluarga, masyarakat, dan peradaban yang berkelanjutan.
BERITA TERKAIT: