”Lebih adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis serta kebutuhan pertahanan di masing-masing wilayah,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono saat dikonfirmasi pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Donny mengatakan, keberadaan enam Kodam baru juga sesuai dengan karakter geografis, demografi, kondisi sosial, sampai dengan dinamika yang berbeda-beda di masing-masing wilayah.
”Organisasi kewilayahan juga perlu disesuaikan agar rentang kendali lebih efektif, koordinasi lebih cepat, dan respons terhadap perkembangan situasi di wilayah dapat dilakukan secara optimal,” kata Donny.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan enam Kodam baru di bawah jajaran TNI AD dalam rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin 5 Oktober 2026.
Enam Kodam baru tersebut adalah Kodam XXV/Mahmud Riaasyah di Kepulauan Riau, Kodam XXVI/Mataram di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kodam XXVII/Sobe Sonbai di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kodam XXVIII/Maluku Kiraha di Maluku Utara, Kodam XXIX/Mambruk di Papua Tengah, serta Kodam XXX/Winambora di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Presiden Prabowo juga meresmikan 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (BTP), 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP), serta tiga Batalyon Bantuan Tempur (Yon Banpur) yang di dalamnya ada unsur Kavaleri, Artileri Medan (Armed), dan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud).
Untuk satuan kerja di bawah jajaran TNI AL, Presiden meresmikan 1 Brigade Infanteri Marinir dan 4 Batalyon Marinir.
Terakhir, untuk satuan kerja di TNI AU, diresmikan 1 Divisi II Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat), 1 Brigade Kopasgat, 3 Batalyon Kopasgat, 1 Skadron Pendidikan, 2 Skadron Udara, serta 2 Satuan Radar.
BERITA TERKAIT: