Hal tersebut digodok dalam rapat perdana pasca pengukuhan Dewan Adat sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi dan membangun kelembagaan organisasi yang lebih solid di Sekretariat Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi, Gedung C, Kantor Pariwisata, Jalan Kuningan Barat Raya No. 2, Jakarta Selatan, Senin 5 Oktober 2026.
Rapat dipimpin Ketua Dewan Adat Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi, Fauzi Bowo. Dalam rapat perdana tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas, terutama yang berkaitan dengan konsolidasi organisasi dan penguatan peran kelembagaan LAKB dalam menjaga serta mengembangkan adat dan kebudayaan Betawi.
Beberapa agenda utama yang menjadi pembahasan meliputi konsolidasi organisasi, penguatan internal organisasi, penguatan kelembagaan, persiapan Rapat Kerja Lembaga, serta pembahasan berbagai isu kebetawian yang berkembang di tengah masyarakat.
Pembahasan isu kebetawian menjadi salah satu perhatian penting karena keberadaan lembaga adat diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga nilai-nilai, tradisi, sejarah, identitas, serta kebudayaan Betawi agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Melalui rapat perdana ini, LAKB juga mulai mematangkan langkah-langkah organisasi menuju pelaksanaan rapat kerja lembaga. Forum tersebut diharapkan dapat menghasilkan program kerja yang terarah, terukur, dan mampu menjawab berbagai tantangan dalam pelestarian serta pengembangan kebudayaan Betawi.
Konsolidasi internal juga dipandang penting untuk membangun kesamaan visi dan memperkuat koordinasi antarelemen dalam lembaga. Dengan kelembagaan yang semakin tertata, LAKB diharapkan dapat menjalankan peran secara lebih optimal dalam berbagai persoalan yang berkaitan dengan adat dan kebudayaan Betawi.
LAKB berkomitmen untuk terus memperkuat kelembagaan, merawat adat dan tradisi, serta mendorong kebudayaan Betawi agar tetap relevan dan memiliki ruang yang kuat di tengah perkembangan Jakarta.
BERITA TERKAIT: