Hanya dalam kurun waktu sekitar lima bulan sejak akhir Semester II tahun lalu, Indonesia mengalami penambahan penduduk sebanyak 1.401.021 orang.
Lonjakan ini membawa total populasi Indonesia kini menyentuh 289.716.110 jiwa (hampir 290 juta orang), meningkat dari data konsolidasi nasional Semester II yang sebelumnya berada di angka 288.315.089 jiwa.
Pertumbuhan total penduduk ini juga membentuk lanskap demografi yang menarik, baik dari segi gender maupun generasi.
Populasi laki-laki masih lebih banyak dibandingkan perempuan, dengan rincian laki-laki 146.200.613 jiwa dan perempuan 143.515.497 jiwa
Sementara struktur usia saat ini didominasi oleh kelompok muda, di mana Generasi Z memegang proporsi terbanyak, kemudian disusul oleh kelompok Milenial dan Generasi Alfa.
Penambahan 1,4 juta penduduk ini tentu dipengaruhi oleh dinamika angka kelahiran dan kematian yang tercatat sepanjang tahun berjalan.
Hingga pertengahan Mei ini, tercatat ada 678.497 kelahiran baru. Angka ini terhitung masih landai jika dibandingkan dengan rekor tertinggi dalam enam tahun terakhir, yang sempat menembus angka 3,9 juta kelahiran pada tahun 2022 dan 2023.
Sementara untuk statistik kematian di periode yang sama berada di angka 326.577 jiwa. Grafik ini jauh menurun dibandingkan tahun 2023 yang sempat mencatatkan kasus kematian tertinggi hingga 1.305.008 kasus.
Selisih antara angka kelahiran dan kematian resmi, ditambah dengan pembaruan administrasi data kependudukan dinamis di lapangan, menjadi motor penggerak bertambahnya 1,4 juta penduduk Indonesia di paruh awal tahun ini.
BERITA TERKAIT: