Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-satryo-1'>AHMAD SATRYO</a>
LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Rabu, 17 Juni 2026, 09:34 WIB
Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden
Salah seorang siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 5 Ponorogo, saat menerima penghargaan Pelestari Budaya di ajang bergengsi Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI tahun 2026. (Foto: Humas Kementerian Sosial)
rmol news logo Kesenian Reog yang dikembangkan siswa-siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 5 Ponorogo berhasil menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan kategori 10 Besar Pelestari Budaya dalam Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI Tahun 2026 yang memperebutkan Piala Presiden RI.

Kepala SRT 5 Ponorogo, Devit Tri Candrawati, mengaku bangga atas pencapaian tim Reyog Garudo Djoyo Manggolo. Menurutnya, keikutsertaan dalam FNRP 2026 merupakan pengalaman perdana bagi sekolah tersebut di ajang reog paling bergengsi di Indonesia.

"Sangat lega dan bangga. Anak-anak tampil luar biasa," ujar Devit usai menerima piala dan piagam penghargaan bersama Tenaga Ahli Menteri Sosial Fajar WH pada penutupan FNRP dan Grebeg Suro, Senin malam, 15 Juni 2026.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung partisipasi tim Reyog Garudo Djoyo Manggolo. Devit secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Sosial beserta jajarannya yang telah memberikan kesempatan dan pendampingan kepada para siswa.

"Semoga ini menjadi awal kesuksesan mereka. Proses tidak akan mengkhianati hasil. Prestasi ini adalah untuk anak-anak, dari mereka dan untuk mereka," katanya.

Dalam penampilannya, Garudo Djoyo Manggolo membawakan kisah perjalanan Prabu Klono Sewandono yang hendak melamar putri Kerajaan Daha. 

Dalam perjalanan tersebut, rombongan sang raja dihadang Raja Singa Barong. Lakon tersebut menampilkan perpaduan gerak tari yang menggambarkan kegagahan, kelincahan, dan semangat asmara Prabu Klono Sewandono, lengkap dengan pusaka andalannya, Kyai Pecut Samandiman.

Pertunjukan semakin semarak dengan iringan gamelan khas Jawa yang memadukan berbagai instrumen tradisional, seperti kendang, gong, kenong, kethuk, dan slompret, yang diperkuat oleh paduan suara serta penyenggak.

Festival Nasional Reog Ponorogo 2026 diikuti sekitar 32 grup dari berbagai daerah. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, pada 11–14 Juni 2026, digelar di Alun-Alun Ponorogo dan ditutup secara resmi pada Senin malam.

Pada ajang tersebut, Grup Reog Singo Taruno Budoyo dari SMPN 1 Ponorogo berhasil meraih juara pertama. Sementara itu, Grup Reog Kyai Lodra dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur sukses membawa pulang Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia setelah keluar sebagai juara Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI dalam rangkaian Grebeg Suro 2026.

Penutupan Grebeg Suro Ponorogo turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh, antara lain Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Dwi Marhen Yono, Tenaga Ahli Menteri Sosial Fajar WH, Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo Lisdyarita, serta anggota DPR RI dan DPRD Ponorogo. rmol news logo article


EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA