Jumlah tersebut setara 20,9 persen dari total pagu anggaran MBG dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang mencapai Rp335 triliun.
Berdasarkan laporan Kementerian Keuangan, pertumbunan realisasi anggaran mulai mengalami perlambatan. Pada Februari 2026, anggaran MBG tercatat tumbuh 99,36 persen, namun pada periode April pertumbuhan melambat menjadi 26,85 persen.
Dari sisi penerima manfaat, program ini tercatat telah menjangkau 61,96 juta orang melalui 27.735 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Mayoritas penerima merupakan kelompok siswa dengan jumlah mencapai 48,9 juta orang. Sementara itu, penerima dari kalangan non-siswa tercatat sebanyak 13,1 juta orang. Angka ini meningkat dibandingkan Oktober tahun lalu yang masih berada di level 39,7 juta penerima.
Untuk diketahui. realisasi belanja negara hingga akhir Maret 2026 mencapai Rp815 triliun atau tumbuh 31,4 persen secara tahunan (yoy), dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp620,3 triliun.
Di sisi lain, penerimaan negara baru mencapai Rp574,9 triliun. Dari jumlah tersebut, kontribusi terbesar berasal dari sektor pajak sebesar Rp462,7 triliun atau tumbuh 14,3 persen dibandingkan Maret tahun lalu yang sebesar Rp404,7 triliun.
Dengan perkembangan tersebut, defisit anggaran hingga Maret 2026 tercatat sebesar Rp240,1 triliun atau setara 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
BERITA TERKAIT: