Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-alifia-suryadi-1'>SARAH ALIFIA SURYADI</a>
LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI
  • Sabtu, 02 Mei 2026, 01:32 WIB
Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan
Akademisi Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, Asfinawati. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)
rmol news logo Perbedaan titik aksi dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 bukanlah persoalan utama yang perlu diperdebatkan. 

Diketahui, peringatan May Day di Jakarta terbagi dua di kawasan Monas dan depan Gedung DPR/MPR.

Aktivis hak asasi manusia Asfinawati menilai, ukuran utama peringatan May Day bukan terletak pada siapa berkumpul di mana, melainkan apakah perjuangan buruh benar-benar menghasilkan perlindungan nyata.

“Sebetulnya dari tahun ke tahun selalu terjadi perbedaan titik aksi. Sebetulnya kalau menurut saya ngelihatnya bukan di situ tapi tuntutannya apa,” kata Asfinawati di Senayan, Jumat 1 Mei 2026. 

Ia menyoroti pentingnya melihat dampak konkret setelah aksi berlangsung, terutama terkait kebebasan berserikat dan perlindungan terhadap pekerja. 

Menurutnya, kehadiran pejabat negara dalam perayaan buruh tidak akan berarti jika praktik pemberangusan serikat pekerja masih terus terjadi.

“Apakah setelah ada aksi, ada presiden, apakah kebebasan berserikat dijamin?” ujarnya. 

“Kalau enggak kan percuma aja, itu cuma jadi gimik politik,” sambungnya.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA