Pendapatan Dua BUMD Tak Capai Target

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Minggu, 26 April 2026, 04:24 WIB
Pendapatan Dua BUMD Tak Capai Target
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh. (Foto: DPRD DKI)
rmol news logo Komisi B DPRD DKI Jakarta menyoroti kinerja keuangan dan operasional dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni, Perumda Pembangunan Sarana Jaya dan Pasar Jaya.  

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh, berdasarkan laporan, pendapatan kedua BUMD itu tak capai target alias masih rendah.

Nova menyatakan, realisasi pendapatan Sarana Jaya pada 2025 masih jauh dari penetapan target.

Dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2025 target pendapatan Sarana Jaya sebesar Rp763 miliar. Namun hanya tercapai 40 persen atau sebesar Rp306 miliar.

“Tentunya ini menjadi evaluasi kita ke depan,” ujar Nova dikutip dari laman resmi DPRD DKI Jakarta, Minggu 26 April 2026.

Nova juga menyoroti kinerja Perumda Pasar Jaya. Terutama terkait pemanfaatan Penyertaan Modal Daerah (PMD).

Masih terdapat sisa dana PMD dari 2024 sekitar Rp400 miliar yang belum terserap maksimal.

Banyak kendala teknis dalam proyek revitalisasi pasar. Termasuk persoalan gagal lelang yang menghambat perkembangan pembangunan.

Dampaknya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui dividen masih jauh dari capaian, yakni sekitar Rp8-10 miliar.

“Kita challenge Pasar Jaya. Ke depannya untuk menambah revenue dan dividen kita melalui pasar yang sudah direvitalisasi,” tambah Nova.

Nova juga mendorong Pasar Jaya menerapkan konsep mix-use di pasar-pasar tradisional. Konsep tersebut nantinya melibatkan kegiatan kreatif UMKM kaum muda atau fasilitas olahraga.

“Kita ingin ada kreativitas pasar. Bukan hanya memikirkan pasar basah saja,” pungkas Nova. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA