Kendala utama, menurut pihak terkait, adalah belum meratanya fasilitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Koordinator Sekretariat Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Muara Enim, Oktafian Muharsyah, menjelaskan, keterlambatan distribusi terutama terjadi di Desa Karang Raja.
“Belum adanya dapur SPPG membuat program MBG belum bisa dijalankan di sekolah-sekolah wilayah tersebut,” ujar Oktafian dikutip
Kantor Berita RMOLSumsel, Jumat, 3 April 2026.
Oktafian menegaskan, untuk menjangkau seluruh penerima, dibutuhkan 61 SPPG. Saat ini baru tersedia 35 unit atau sekitar 57 persen.
“Percepatan pembangunan SPPG menjadi kunci agar MBG bisa merata di seluruh wilayah,” jelasnya.
Di SDN 8 Muara Enim, misalnya, sekitar 300 siswa belum pernah menerima MBG sejak program berjalan. Kepala sekolah, Ruslaili, mengatakan pihaknya sudah beberapa kali didatangi untuk pendataan, tetapi implementasi belum terealisasi.
Kondisi serupa terjadi di SMPN 3 Muara Enim. Kepala sekolah Gunawan menyebut, pendataan telah selesai, namun siswa di sekolahnya juga belum menerima MBG.
Para wali murid dan siswa pun berharap program ini segera berjalan. “Anak kami belum pernah dapat MBG. Dengan adanya program ini, mereka bisa lebih hemat uang jajan,” ujar Febri, wali murid SDN 8 Muara Enim.
BERITA TERKAIT: