Profil 3 Eks Pejabat BGN Menjadi Tahanan Kejagung

 OLEH: <a href='https://rmol.id/about/tifani-5'>TIFANI</a>
OLEH: TIFANI
  • Rabu, 03 Juni 2026, 18:51 WIB
Profil 3 Eks Pejabat BGN Menjadi Tahanan Kejagung
Ilustrasi Sony Sonjaya Salah Satu Eks Pejabat BGN Menjadi Tahanan Kejagung (Sumber: Badan Gizi Nasional)
rmol news logo Kejaksaan Agung (Kejagung) RI menetapkan eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebagai tersangka korupsi. Penetapan tersangka dilakukan penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus usai memeriksa Dadan, pada Rabu (3/6/2026).

Selain Dadan, Kejagung juga turut menetapkan dua mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka. Sebelumnya Dadan, Sony, dan Lodewyk telah lebih dulu dicopot Presiden RI Prabowo Subianto dari jabatan mereka di BGN.

Pencopotan itu diumumkan Mensesneg Prasetyo Hadi pada Selasa (2/6/2026) malam. Pencopotan Dadan dkk itu karena alasan pelanggaran kedisipilinan dalam pelaksanaan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebagai pengganti Dadan, Prabowo mengangkat Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang jadi Kepala BGN. Sebagai pengganti Sony dan Lodewyk, Prabowo mengangkat Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

Berikut profil tiga eks kepala BGN yang ditetapkan Kejagung RI sebagai tersangka.

Profil Dadan Hindayana

Mengutip laman resmi BGN, Dadan Hindayana dilantik Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada Senin (19/8/2024), menjelang berakhirnya masa pemerintahan Kabinet Indonesia Maju. Saat itu, ia dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional yang dipersiapkan untuk menjalankan program makan bergizi gratis pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Sebelum menjabat di BGN, Dadan dikenal sebagai akademisi di Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia merupakan dosen pada Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB.

Dadan menempuh pendidikan sarjana di bidang Proteksi Tanaman IPB pada 1986 hingga 1990. Ia kemudian melanjutkan studi ke Jerman dan menyelesaikan pendidikan di University of Bonn serta Leibniz Universität Hannover pada 1997.

Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Dadan memiliki jabatan fungsional lektor dengan pendidikan terakhir jenjang doktor atau S3. Selain aktif mengajar, ia juga menghasilkan berbagai karya ilmiah yang dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional.

Beberapa penelitian yang pernah diterbitkannya antara lain berjudul Preferensi Serangan Tikus Sawah (Rattus argentiventer) Terhadap Tanaman Padi serta Keanekaragaman dan peran fungsional serangga Ordo Coleoptera di area reklamasi pascatambang batubara di Berau, Kalimantan Timur. Selama memimpin Badan Gizi Nasional, Dadan terlibat dalam pembangunan fondasi kelembagaan sekaligus pengembangan program yang menjadi salah satu agenda strategis pemerintah di bidang pemenuhan gizi masyarakat.

Profil Sony Sonjaya

Selain Dandan, nama Sony Sonjaya menjadi sorotan publik setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam keputusan tersebut, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya yang menjabat sebagai Wakil Kepala BGN termasuk salah satu pejabat yang diberhentikan dari posisinya.

Bagi masyarakat Jawa Barat, Sony Sonjaya bukan sosok asing. Perwira tinggi Polri yang telah memasuki masa purnatugas ini pernah menjabat sebagai Kapolres Bandung dan Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadirreskrimsus) Polda Jawa Barat. 

Sony Sonjaya lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 20 Oktober 1967. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) atau Akabri tahun 1991.

Angkatan tersebut dikenal sebagai salah satu angkatan yang melahirkan sejumlah petinggi Polri, termasuk Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Selama berkarier di Korps Bhayangkara, Sony dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang penegakan hukum, manajemen organisasi, hingga kepemimpinan strategis.

Kemampuannya dalam bidang reserse dan investigasi membuatnya dipercaya menduduki berbagai jabatan penting di lingkungan kepolisian. Karier Sony Sonjaya mulai dikenal luas di Jawa Barat ketika dipercaya memimpin Polres Bandung pada 2011.

Sebelum menjadi Kapolres Bandung, ia juga pernah menjabat sebagai Kapolres Majalengka. Namun, posisinya sebagai Kapolres Bandung menjadi salah satu jabatan yang paling dekat dengan masyarakat Jawa Barat karena wilayah Kabupaten Bandung merupakan daerah strategis dengan jumlah penduduk yang besar.

Saat menjabat Kapolres Bandung, Sony bertanggung jawab mengelola keamanan dan ketertiban di wilayah yang mencakup sejumlah kawasan padat penduduk dan pusat aktivitas ekonomi di Bandung Raya. Pengalaman tersebut semakin memperkuat rekam jejak kepemimpinannya di lingkungan kepolisian.

Setelah menjabat Kapolres Bandung, Sony Sonjaya mendapatkan promosi sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadirreskrimsus) Polda Jawa Barat pada 2012. Jabatan ini menjadi salah satu posisi strategis di lingkungan Polda Jabar karena bertugas menangani berbagai tindak pidana khusus, mulai dari kasus korupsi, kejahatan ekonomi, hingga pelanggaran yang berkaitan dengan teknologi dan sumber daya alam.

Pengalaman sebagai Wadirreskrimsus semakin mengukuhkan reputasi Sony sebagai perwira yang memiliki latar belakang kuat di bidang reserse dan penegakan hukum. Karier Sony Sonjaya terus berkembang hingga dipercaya mengemban sejumlah jabatan penting di luar Jawa Barat.

Pada 2020, ia menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Aceh. Setahun kemudian, ia kembali dipercaya menjadi Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Aceh.

Jabatan tersebut menunjukkan kepercayaan institusi Polri terhadap kemampuan Sony dalam menangani berbagai kasus strategis dan kompleks. Sebelum memasuki masa pensiun, Sony sempat menduduki jabatan Kabag Renopsnal Robinopsnal Bareskrim Polri pada 2022. 

Posisi tersebut merupakan bagian penting dalam perencanaan dan operasional di tingkat Mabes Polri. Setelah purnatugas dari kepolisian, Sony Sonjaya melanjutkan pengabdiannya di lingkungan pemerintahan melalui Badan Gizi Nasional (BGN).

Sebelum menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, ia terlebih dahulu dipercaya sebagai Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN. Dalam posisi tersebut, Sony berperan dalam mendukung distribusi program-program gizi nasional.

Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Tim Verifikasi Badan Gizi Nasional yang bertugas memastikan kesiapan berbagai program dan operasional di lapangan. Pada 17 September 2025, Sony resmi dilantik menjadi Wakil Kepala BGN. 

Bersama jajaran pimpinan lainnya, ia ikut mengawal berbagai program strategis pemerintah di bidang pemenuhan gizi masyarakat.

Profil Lodewyk Pusung

Lodewyk merupakan mantan Pangdam I/Bukit Barisan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Lodewyk Pusung lahir di Manado, Sulawesi Utara pada 27 September 1960. 

Dia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1985. Lodewyk berpengalaman di bidang infanteri dan purna tugas pada tahun 2018 dengan pangkat Mayjen TNI.

Jabatan terakhir yang diembannya adalah Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI. Selama bertugas menjadi prajurit TNI, Lodewyk mengemban sejumlah jabatan strategis, salah satunya adalah Pangdam I/BB pada tahun 2015-2017.

Pada tahun 2015, ia dianugerahi tiga bintang kehormatan sekaligus, yakni Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, dan Bintang Yudha Dharma Nararya. Selain itu, ia juga dianugerahi sejumlah Satyalancana, mulai dari Satyalancana Bantala (2015), Satyalancana Kebaktian Sosial (2016), Satyalancana Wira Dharma (2016), Satyalancana Wira Nusa (2017), hingga Satyalancana Kesetiaan XXXII Tahun pada tahun 2018.rmol news logo article
EDITOR: TIFANI

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA