Puncaknya, pada 2 Juni 2026, perempuan kelahiran Madiun ini resmi diangkat menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) guna menggantikan posisi Dadan Hindayana.
Penunjukan strategis ini menjadikannya pemegang komando utama dalam mengeksekusi program andalan pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh pelosok negeri.
Namun, jauh sebelum merambah kerasnya pusaran ring satu istana, alumni Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman ini sesungguhnya merintis karier dari jalanan sebagai seorang jurnalis.
Ia mengasah ketajamannya di Tabloid Bangkit di bawah bendera Kompas Gramedia, sebelum akhirnya mendaki hierarki manajemen media cetak nasional untuk menduduki posisi prestisius seperti Pemimpin Umum Majalah Femme hingga Direktur Utama Tabloid Info Kecantikan.
Belasan tahun bergulat di industri media rupanya mengasah insting investigasi dan komunikasi publiknya hingga matang.
Titik balik yang mengubah haluan hidupnya bermula saat ia memutuskan untuk masuk ke dalam lingkaran inti pendukung Prabowo Subianto.
Kesetiaan dan manuver politiknya teruji saat ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) pada kontestasi Pilpres 2019, serta aktif mengawal pergerakan di Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).
Kemenangan Prabowo pada 2024 pun seolah membuka pintu birokrasi selebar-lebarnya. Sejak Oktober 2024, Nanik tak henti-hentinya menerima mandat krusial.
Ia berturut-turut menjabat sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, melangkah masuk ke sektor korporasi sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero), hingga didapuk sebagai Wakil Kepala BGN pada September 2025.
Kini, sebagai Kepala BGN yang baru, babak drama yang sesungguhnya baru saja dimulai.
Mengingat pergantian kepemimpinan sebelumnya diwarnai oleh sentimen kontroversial terkait maraknya kasus keracunan massal, publik menanti gebrakan ketegasan dan kepiawaian investigatif Nanik dalam membenahi standar keamanan kelayakan unit-unit dapur gizi nasional.
BERITA TERKAIT: