Ramainya Peminat Mudik Gratis Tanda Sukses Program atau Ekonomi Lesu?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Jumat, 13 Maret 2026, 09:38 WIB
Ramainya Peminat Mudik Gratis Tanda Sukses Program atau Ekonomi Lesu?
Ilustrasi Mudik. (Foto: RMOL)
rmol news logo Maraknya program mudik gratis yang diadakan pemerintah ditanggapi pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansah.

Dia melihat program ini semakin banyak peminatnya dari tahun ke tahun. Semakin tingginya angka peminat kebijakan mudik gratis ini harus dijadikan refleksi bagi pemerintah sendiri.

“Minat mudik gratis yang mengalami kenaikan dari 38 persen menjadi 53,3 persen ini apakah hasil pemerintah sukses dalam mengkomunikasikan program ini atau memang kondisi ekonomi kita yang mengalami penurunan daya beli?” kata Trubus saat merilis hasil survei rencana mudik terbaru bertajuk “Survei Pola Rencana Mudik 2026” yang digagas Lembaga Survei KedaiKOPI, dikutip Jumat, 13 Maret 2025.

Ia pun juga menyoroti soal aturan penggunaan sepeda motor untuk mudik. Trubus mengatakan sebaiknya penggunaan sepeda motor ini diperbolehkan dengan catatan tidak membawa anak di bawah umur dalam berkendaran.

“Saya sendiri berkali-kali mengatakan, sepeda motor diperbolehkan saja karena kan sekarang ada pro-kontra itu dan yang melarang cukup banyak juga, tapi yang melarang tidak memberikan solusi,” kata Trubus.

Sementara itu, pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengingatkan Presiden Prabowo Subianto terhadap janji kampanyenya yang ingin menyediakan angkutan umum gratis di setiap daerah. Djoko berpendapat, hingga saat ini pemerintahan Prabowo-Gibran belum membicarakan lebih detil terkait dengan masalah angkutan umum.

“Kalau transportasi di daerah itu bagus, itu otomatis orang enggak mau lah naik sepeda motor itu juga capek, pribadi tetap ada mungkin namun tidak akan sebanyak sekarang ini,” ungkapnya.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda menamahkan, angka kecelakaan pengguna sepeda motor saat ini cukup tinggi sehingga ini menjadi dasar alasan mengapa penggunaan sepeda motor pada mudik ini perlu dibatasi.

“Begitu kita mampu membatasi pola mudik menggunakan transportasi roda dua, sepeda motor, secara otomatis akan memastikan tingkat  risiko kecelakaan bisa kita kurangi dengan otomatis. Pertanyaannya ini kan memang ini belum bisa kita larang saat ini (penggunaan sepeda motor),” ujar Huda dalam launching survei ini.

Huda pun menilai, isu mengenai kemacetan pada saat mudik sudah tidak relevan lagi saat ini. Oleh karena itu, pemerintah seharusnya fokus pada mitigasi pola pemudik yang semakin banyak menggunakan sepeda motor.

“Isu kemacetan itu sudah enggak ada sebenarnya, karena itu pemerintah fokus saja untuk concern terkait dengan jalur-jalur mudik yang akan dilintasi pengguna sepeda motor itu tertangani dengan baik, misal memperbanyak peristirahatan dan checkpoint bagi pengguna sepeda motor,” jelasnya. rmol news logo article




EDITOR: AHMAD ALFIAN

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA