Dakan percakapan di media sosial, sejumlah warganet di platform X (Twitter) dan Threads menyampaikan pengalaman positif terkait ketersediaan BBM, bahkan saat konsumsi energi meningkat signifikan.
Seorang pengguna X, Fajar Nugros, menuliskan bahwa di tengah kondisi sejumlah negara ASEAN yang mulai mengalami tekanan BBM akibat situasi geopolitik global, Indonesia justru tidak menghadapi kekurangan selama masa mudik.
“Saat negara ASEAN lain mulai krisis BBM, stok BBM selama mudik tidak kekurangan,” tulis Fajar dikutip Sabtu, 28 Maret 2026.
Pengalaman serupa juga disampaikan pengguna Threads
dias_faisall, yang mengaku sempat mengira terjadi kekosongan BBM karena tidak adanya antrean di SPBU. Namun, kondisi tersebut justru menunjukkan distribusi yang lancar.
Ia menilai stabilitas BBM di Indonesia patut diapresiasi. Terutama di tengah situasi global yang tidak menentu.
Percakapan di media sosial juga diwarnai oleh perbandingan dengan kondisi di negara lain. Beberapa warganet menyoroti bahwa di sejumlah negara kawasan, harga BBM mulai mengalami kenaikan, sementara di Indonesia relatif stabil selama periode Lebaran.
Respons publik ini muncul seiring dengan kondisi distribusi BBM yang relatif lancar selama arus mudik dan balik.
Tidak terdapat laporan kelangkaan yang meluas, sementara antrean di SPBU juga terpantau terkendali di berbagai wilayah.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa cadangan BBM nasional berada dalam kondisi aman dan berada di atas ambang batas minimum.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut pemerintah telah mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi selama Lebaran melalui penguatan distribusi dan pengamanan pasokan.
BERITA TERKAIT: