Ratna Sarumpaet: Tragedi Danau Toba Akibat Kebodohan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/adityo-nugroho-1'>ADITYO NUGROHO</a>
LAPORAN: ADITYO NUGROHO
  • Rabu, 04 Juli 2018, 22:25 WIB
Ratna Sarumpaet: Tragedi Danau Toba Akibat Kebodohan
Ratna Sarumpaet/RMOL
rmol news logo Tragedi tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun di Danau Toba akibat kebodohan. Kapal mengangkut 180 penumpang meski kapasitasnya untuk 43 penumpang.

"Tragedi Danau Toba ini bukan karena bencana alam, tapi kebodohan manusia baik orang yang memasuki kapal (penumpang) maupun pemerintah," kata aktivis Ratna Sarumpaet di kediamannya di daerah Bukit Duri, Jakarta, Rabu (4/7).

Dia menegaskan apa yang terjadi di Toba karena kebodohan pemerintah yang seharusnya melindungi segenap rakyatnya.  Di lain sisi, Koordinator Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) ini mengetahui bahwa kondisi kapal sangat tidak layak berlayar.

Operasi pencarian KM Sinar Bangun selama 16 hari yang dilakukan Basarnas menyatakan sebanyak 164 penumpang belum ditemukan. Selama pencarian, 21 penumpang diselamatkan sementara tiga penumpang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

"Itu kapal rakyat kondisinya memprihatinkan, kalau gue tonjok aja itu bisa runtuh," selorohnya.

Dia heran, anggaran pemerintah untuk membangun infrastruktur seperti jalan tol sangat besar tapi untuk membenahi kapal rakyat seperti KM Sinar Bangun tidak bisa.

"Tol dibikin yang mahal-mahal buat kepentingan investor bisa, tapi buat rakyat yang diberikan yang murah dan tidak layak," pungkasnya.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA