Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 15 Juni 2026, 07:15 WIB
Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG
Menu Makan bergizi gratis (MBG) yang disiapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (Foto: Kantor Komunikasi Kepresidenan)
rmol news logo Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menjadi momentum strategis untuk meningkatkan konsumsi susu masyarakat sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, pelaksanaan MBG dapat menjadi sarana efektif untuk membangun budaya minum susu sejak usia dini. Menurutnya, keberadaan susu dalam program tersebut perlu diperkuat agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih luas oleh anak-anak Indonesia.

"Justru di sini, maka kita ingin sangat titip kepada teman-teman di MBG bahwa kesempatan ini menjadi kesempatan emas. Dengan program MBG ini, maka paling tidak susu diwajibkan hadir. Syukur-syukur setiap hari, tidak hanya dua kali sepekan," kata Hanif di Jakarta, Minggu 14 Juni 2026. 

Hanif menilai peningkatan konsumsi susu menjadi kebutuhan mendesak mengingat tingkat konsumsi masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Saat ini, konsumsi susu nasional baru berada pada kisaran 16,2 hingga 16,8 liter per kapita per tahun.

"Karena harian kita, kalau dirata-rata, hanya satu sendok makan per hari. Jadi, satu orang dalam satu hari, kita hanya mampu mengonsumsi susu satu sendok makan. Bagaimana itu bisa memengaruhi kita kalau ini tidak terus kita tingkatkan," ujarnya.

Menurut Hanif, rendahnya konsumsi susu menunjukkan masih besarnya ruang untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat. Susu mengandung berbagai nutrisi penting seperti protein, kalsium, kalium, vitamin A, vitamin B12, dan vitamin D yang berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Kandungan tersebut dinilai penting untuk menjaga kesehatan tulang, memperkuat otot, serta mendukung perkembangan otak generasi muda secara optimal.

Karena itu, Hanif menekankan bahwa peningkatan konsumsi susu harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, hingga masyarakat.

Menurut dia, kualitas generasi produktif pada masa depan sangat ditentukan oleh keberhasilan pemenuhan gizi saat ini. Oleh sebab itu, program MBG diharapkan mampu menjadi instrumen penting dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan pembangunan nasional.

Ia pun optimistis penguatan konsumsi susu melalui MBG akan memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. rmol news logo article


EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA