"Pelatihan menulis populer dan opini mampu menurunkan penyebaran sikap radikalis di kalangan masyarakat Indonesia," ujar Wakil Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Dr. Waryono kepada wartawan, Minggu (15/10).
Dia menjelaskan, dengan menulis populer yang didasarkan pada data dan karya tulis ilmiah maka pemberitaan yang beredar di masyarakat diwarnai oleh informasi akurat. Sebab, setiap tulisan ilmiah yang dilakukan peneliti telah melewati saringan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dampaknya, masyarakat tidak serta merta menggunakan pendekatan keagamaan untuk membenarkan tindakannya. Dengan demikian, tindakan radikalisme dapat diminimalisasi.
"Ada pencerahan yang didapatkan masyarakat dari penulisan populer," kata Waryono.
Selain itu, penyebaran tulisan populer berdasarkan karya ilmiah juga dapat meningkatkan kecerdasan masyarakat pembaca. Sehingga bisa lebih selektif dalam memilah informasi yang perlu dibaca dan yang tidak.
"Menulis populer juga dapat menurunkan penyebaran hoax atau berita palsu yang beredar di masyarakat, sehingga masyarakat tidak terpengaruh untuk bertindak yang tidak tepat," jelas Waryono.
Penulisan populer sangat penting bagi mahasiswa sebagai bagian dari kalangan akademisi dan peneliti. Apalagi, mahasiswa merupakan tulang punggung bangsa yang harus berjuang bagi penyebaran berita-berita produktif dan edukatif.
"Kebiasaan untuk menulis populer akan mendorong mahasiswa untuk menyebarkan informasi berbasis data yang akurat. Hal itu tentunya akan mencegah penyebaran berita hoax dan sifat radikal di kalangan kampus," demikian Waryono.
[wah]
BERITA TERKAIT: