Infrastruktur sepanjang sekitar satu kilometer itu menjadi penanda terbaru semakin eratnya hubungan Moskow dan Pyongyang di tengah perang Ukraina.
Jembatan yang menghubungkan Khasan di wilayah Timur Jauh Rusia dengan Tumangang di Korea Utara itu akan melengkapi koneksi kereta api dan penerbangan yang sebelumnya sudah menghubungkan kedua negara.
Dalam upacara pembukaan yang diikuti melalui sambungan video, Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin mengatakan jembatan baru tersebut akan mendorong pengembangan perdagangan, pariwisata, serta kerja sama ekonomi dan budaya kedua negara.
“Saya yakin bahwa perluasan infrastruktur transportasi lintas batas akan memberikan dorongan yang kuat untuk pengembangan lebih lanjut kerja sama perdagangan, ekonomi, ilmiah, teknologi, dan budaya," kata Mishustin, dikutip Selasa, 7 September 2026.
Jembatan tersebut diberi nama Yakov Novichenko, seorang perwira Tentara Merah Soviet yang oleh Korea Utara dianggap berjasa menyelamatkan nyawa pendiri negara itu, Kim Il-sung, pada 1946.
Setelah seremoni pembukaan, sejumlah truk dari kedua negara terlihat melintasi jembatan yang dirancang mampu menampung hingga 300 kendaraan per hari.
Rusia dan Korea Utara sebelumnya hanya memiliki satu titik penyeberangan berupa jembatan kereta api yang dibangun pada 1959.
Penguatan konektivitas berlangsung setelah hubungan Moskow dan Pyongyang berkembang pesat sejak Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada 2022.
BERITA TERKAIT: