Pendaftaran dibuka mulai 28 September hingga 28 Oktober 2026. Beasiswa mencakup biaya pendidikan, akomodasi, makanan, hingga seragam.
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo mengajak putra-putri terbaik Indonesia mengikuti proses seleksi tersebut.
“Apabila memiliki putra-putri yang memenuhi syarat dan berminat menempuh pendidikan di SMA KTB, saya persilakan untuk mendaftarkan putra-putrinya. Berikan kesempatan kepada mereka untuk mengikuti proses seleksi dan tunjukkan kemampuan terbaik,” ujar Komjen Dedi saat peluncuran SPMB di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 28 September 2026.
Dedi menegaskan, persoalan biaya tidak boleh menjadi penghalang bagi calon siswa untuk mengikuti seleksi.
“Jangan sampai ada putra-putri terbaik Indonesia yang mengurungkan niat untuk mendaftar hanya karena persoalan biaya,” tegasnya.
SPMB SMA KTB menyediakan jalur reguler dan undangan. Kesempatan juga diberikan kepada siswa berprestasi di bidang olahraga melalui Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).
Proses seleksi dilakukan secara terbuka dan setara dengan menerapkan sistem
blind admission.
Minat terhadap SMA KTB tercatat meningkat dalam dua angkatan penerimaan sebelumnya. Pada angkatan pertama, sebanyak 11.765 pendaftar memperebutkan 120 kursi.
Jumlah pendaftar kemudian meningkat menjadi 17.291 orang pada angkatan kedua, dengan 180 siswa diterima.
“Jumlah pendaftar ini bertambah hampir 52 persen, lebih dari 6.000 orang, hanya dalam waktu satu periode penerimaan,” kata Dedi.
Sekretaris Eksekutif Lembaga Pendidikan SMA KTB Dirgayuza Setiawan menargetkan jumlah pendaftar tahun ini kembali melampaui 17 ribu peserta.
“Target kami tahun ini lebih dari 17 ribu pendaftar. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan putra-putri yang memang terbaik di seluruh Indonesia untuk mengikuti pendidikan selama tiga tahun di SMA KTB,” ujarnya.
Sosialisasi SPMB sebelumnya telah menjangkau lebih dari 3.000 SMP di seluruh Indonesia melalui jajaran Polri di daerah. Dari sisi kurikulum, SMA KTB memadukan Kurikulum Nasional dengan International Baccalaureate (IB). Sekolah tersebut telah berstatus sebagai IB World School.
Siswa kelas X mengikuti kurikulum nasional sekaligus dipersiapkan menuju pembelajaran internasional. Sementara kelas XI dan XII diproyeksikan mengikuti IB Diploma Programme.
“Perpaduan kurikulum nasional dan internasional ini diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya berakar kuat pada identitas bangsa, tetapi juga memiliki kompetensi dan wawasan global,” ujar Dedi.
Selain pendidikan akademik, SMA KTB memberikan pembinaan melalui 12 nilai karakter kebhayangkaraan serta pengembangan olahraga, seni dan kegiatan nonakademik.
Program tersebut diarahkan untuk membentuk siswa yang berintegritas, memiliki jiwa kepemimpinan dan mampu bersaing secara global.
BERITA TERKAIT: