Gus Ipul Adukan Podcast Forum Keadilan Madilog ke Dewan Pers

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Senin, 28 September 2026, 18:57 WIB
Gus Ipul Adukan Podcast Forum Keadilan Madilog ke Dewan Pers
Ketua PBNU Bidang Pendidikan, Hukum, dan Media, Saifullah Yusuf (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)
Kecil Besar
rmol news logo Menteri Sosial yang juga Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Pendidikan, Hukum, dan Media, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, mengadukan Podcast Forum Keadilan yang tayang pada 12 dan 22 September 2026 di kanal YouTube Madilog ke Dewan Pers.

Gus Ipul mengatakan pengaduan dilakukan karena terdapat sejumlah pernyataan dalam konten tersebut yang dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan merusak reputasi sejumlah tokoh. 

Dia juga mempersoalkan tidak adanya klarifikasi maupun konfirmasi kepada pihak-pihak yang disebut dalam tuduhan tersebut.

“Ya, saya baru dari Dewan Pers. Untuk apa, mengajukan pengaduan salah satu media ya, yang membuat konten dengan mengundang narasumber yang tidak kredibel,” kata Gus Ipul di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 28 September 2026.

Terkait isu aliran dana hasil korupsi ke Muktamar NU yang disebut dalam podcast tersebut, Gus Ipul memberikan bantahan tegas.

“Ya, saya pastikan hoaks. Jadi, Jadi itu kan disebut-sebut ada aliran dana hasil korupsi ke Muktamar dan lain sebagainya, itu kami pastikan hoaks. Itu kabar palsu, itu kabar tidak benar, ya,” tegasnya.

Selain mengadu ke Dewan Pers, Gus Ipul menyatakan pihaknya akan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang menyampaikan tuduhan tanpa bukti.

“Ya beda, kalau yang ke Dewan Pers ini, ini adalah medianya ya. Kita mengadukan medianya. Ya, dan yang kedua nanti kita akan lakukan somasi dalam minggu ini juga kepada pihak-pihak yang telah membuat pernyataan tapi tidak disertai dengan bukti,” ujarnya.

Gus Ipul menegaskan langkah tersebut bukan berarti pihaknya menolak kritik. Menurutnya, kritik dan saran tetap diterima, sementara tuduhan tanpa dasar merupakan persoalan berbeda.

“Yang kedua, kami tidak anti kritik. Kami tentu mendengar semua pendapat-pendapat tokoh, pakar, pengurus-pengurus NU, ulama-ulama tentang Muktamar yang baru saja berlangsung. Kritik kita terima, saran tentu kita hargai, tetapi kalau tuduhan, itu sudah lain, suda h beda,” pungkasnya.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA