Melalui unggahan di laman resminya, Kedutaan Besar AS di Jakarta mengingatkan warganya mengenai dampak erupsi terhadap aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah.
"Gunung Anak Krakatau meletus dan menyebabkan penutupan sementara bandara," demikian keterangan Kedubes AS, dikutip Senin, 7 September 2026.
Berdasarkan pembaruan Notice to Airmen (NOTAM), penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (WIII) dan Bandara Halim Perdanakusuma (WIHH) diperpanjang hingga sekitar pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026.
Kedubes AS meminta warga negaranya yang memiliki rencana bepergian dengan pesawat untuk rutin memeriksa status penerbangan dan menghubungi maskapai masing-masing guna mendapatkan informasi terbaru.
Selain itu, warga AS diminta memantau pemberitaan lokal selama erupsi berlangsung serta menghindari perjalanan dan aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Mereka juga diminta memberi tahu keluarga dan teman mengenai kondisi keselamatan masing-masing serta menyiapkan rencana evakuasi yang tidak bergantung pada bantuan pemerintah AS.
Gunung Anak Krakatau berada di Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra. Kedutaan Besar AS turut mengarahkan warganya untuk mengikuti informasi dan panduan terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
BERITA TERKAIT: