Berdasarkan data dari Badan Lingkungan Nasional Singapura atau NEA indeks standar polutan atau PSI 24 jam tercatat berada pada kisaran 72 hingga 87 menjelang malam hari.
Meskipun kondisi cuaca di lapangan dilaporkan relatif cerah dan berangin cuaca kering yang masih melanda membuat ancaman kabut asap tetap mengintai.
Kepulan asap dengan intensitas sedang hingga tebal terpantau bergerak menuju Singapura akibat kebakaran di wilayah Sumatera bagian selatan dan tengah serta Kalimantan Barat.
Dengan dominasi arah angin dari tenggara atau selatan risiko perpindahan polutan ini masih terbuka jika titik api terus menyala. NEA memperkirakan indeks PSI 24 jam ke depan dapat berada pada kisaran sedang tinggi hingga tidak sehat rendah.
Kondisi ini mengingatkan kembali pada lonjakan polusi yang terjadi pada Jumat 4 September 2026 lalu. Saat itu indeks PSI 24 jam di wilayah tengah Singapura sempat memasuki kategori tidak sehat di angka 101 hingga 200 yang merupakan kejadian pertama kalinya menembus level 100 sejak 8 Oktober 2023.
Status tidak sehat tersebut kemudian juga tercatat meluas hingga ke wilayah timur dan barat Singapura.
Untuk menghadapi situasi tersebut Badan Lingkungan Nasional Singapura secara aktif menerbitkan imbauan harian guna membantu masyarakat merencanakan aktivitas luar ruangan secara aman.
Indeks PSI sendiri dihitung secara komprehensif berdasarkan enam parameter polutan udara termasuk konsentrasi partikel halus PM2.5 satu jam yang menjadi indikator dominan saat kabut asap melanda.
Sebagai catatan skala PSI 24 jam akan dikategorikan sangat tidak sehat pada rentang 201 hingga 300 serta berbahaya jika melewati angka 300.
BERITA TERKAIT: