Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Minggu, 27 September 2026, 00:17 WIB
Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan
Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)
Kecil Besar
rmol news logo Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menyampaikan apresiasi kepada Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas atas pernyataannya terkait kepengurusan Kowani.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui video, Menteri Hukum mengatakan, “Sampai hari ini, SK pihak yang diakui masih seperti yang lalu.”

Kowani menilai pernyataan tersebut memberikan penguatan moral bagi organisasi untuk menjaga persatuan, marwah organisasi, serta menjalankan amanat Kongres XXVI Kowani.

Ketua Umum Kowani masa bakti 2024-2029, Nannie Hadi Tjahjanto mengatakan, pernyataan Menteri Hukum menjadi penguatan bagi keluarga besar Kowani untuk melanjutkan pengabdian kepada perempuan, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

“Pernyataan Bapak memberikan penguatan moral dan meneguhkan semangat kami untuk terus bersatu, bergerak, mengabdi, serta menjaga Kowani sebagai rumah besar organisasi perempuan Indonesia,” kata Nannie dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, 26 September 2026.

Kowani menyebut pernyataan Menteri Hukum tersebut ditempatkan dalam konteks pencatatan administrasi kepengurusan yang telah ada dan bukan sebagai pengumuman penerbitan surat keputusan baru.

Dokumen yang menjadi rujukan antara lain Keputusan Kongres XXVI Kowani pada 4-5 Desember 2024 yang menetapkan Nannie Hadi Tjahjanto sebagai Ketua Umum Kowani masa makti 2024-2029.

Selain itu, terdapat Akta Nomor 12 tanggal 31 Januari 2025, Surat Keputusan Menteri Hukum Nomor AHU-0000150.AH.01.08.TAHUN 2025 tanggal 1 Februari 2025 tentang Persetujuan Perubahan Perkumpulan Kongres Wanita Indonesia, serta Surat Kementerian Hukum Nomor M.HH-UM.01.01-87 tanggal 16 April 2026 mengenai pencatatan kepengurusan Kowani.

Kowani mengimbau seluruh pihak menyikapi informasi terkait organisasi berdasarkan dokumen, kewenangan, prosedur, serta ketentuan AD/ART yang berlaku.

Menjelang usia satu abad pada 2028, Kowani juga menyatakan terus mempersiapkan kaderisasi dan estafet kepemimpinan perempuan untuk memasuki Abad Kedua Perjuangan Perempuan Indonesia.

Kowani menyebut sejumlah program yang disiapkan, di antaranya Gerakan Nasional 1.000 Profesi, 1.000 Sertifikasi, dan 1.000 Solusi sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Organisasi tersebut juga menyatakan dukungan terhadap pencapaian Asta Cita dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, penerapan prinsip-prinsip CEDAW, serta program Kowani Goes to UNESCO-Memory of the World untuk menjaga sejarah perjuangan perempuan Indonesia.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA