Meski demikian, keputusan tersebut bersifat bersyarat dan hanya akan bertahan jika proses negosiasi dapat segera menghasilkan kesepakatan final.
Melalui pernyataan yang diunggah di platform Truth Social, Trump mengungkapkan bahwa Washington sejatinya telah siap melancarkan serangan.
Namun, menurutnya, pemerintah Iran bersama sejumlah negara di kawasan Timur Tengah meminta Amerika Serikat menunda aksi militer demi membuka ruang bagi penyelesaian melalui jalur diplomasi.
Trump menyebut kerangka kesepakatan yang telah dicapai mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, sekaligus mengakhiri ancaman nuklir Iran.
Dikatakan bahwa perkembangan tersebut menjadi dasar bagi perubahan sikap Gedung Putih yang semula telah menyiapkan opsi militer.
"Berdasarkan permintaan ini, saya telah setuju, demi kepentingan DUNIA di masa depan dan juga demi kelangsungan hidup Iran yang sukses dan makmur, untuk membatalkan serangan tersebut, dengan syarat dapat segera mencapai KESEPAKATAN," kata Trump, dikutip Minggu, 2 Agustus 2026.
Trump juga menegaskan bahwa Israel berada dalam posisi yang sama dengan Amerika Serikat untuk mendukung upaya tersebut.
"Israel turut serta dalam komitmen ini bersama saya," ujarnya, seraya menekankan bahwa kedua sekutu itu berkomitmen memberikan kesempatan bagi tercapainya kesepakatan damai.
BERITA TERKAIT: